Terduga Teroris, Penangkapan YS Bikin Tetangga Terkejut

Nasional

Berita / Nasional 56 Views comments

JawaPos.com - Penangkapan terhadap seorang perempuan berinisial YS oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Dukuh Desan Wetan RT 5 RW 2 Desa Joton, Jogonalan, Klaten membuat warga terkejut dan prihatin. Selama ini warga tidak pernah menyangka jika perempuan yang baru saja pulang dari Jakarta itu terlibat jaringan kelompok radikal.

"Saya sangat terkejut saat mendengar itu (penangkapan), dan kami juga prihatin dengan penangkapan itu," ungkap Kadus I Joton, Wakijo, Jumat (15/three).

Menurutnya, YS maupun keluarganya tidak pernah menunjukkan gelagat berafiliasi dengan kelompok radikal. Wakijo menuturkan, YS merupakan warga asli Joton. Sejak SD sampai SMA, YS sekolah di wilayah tersebut. Hanya saja, selepas dari SMA, YS pindah merantau ke Jakarta.

"Dan dia sudah mengurus kepindahan, jadi dia bukan lagi warga sini. Saya tidak pernah merasakan keluarga itu berafiliasi ke kelompok itu (radikal)," ucapnya.

Wakijo, berasumsi jika perubahan sikap dari YS terjadi usai merantau ke Jakarta. Kemungkinan adanya salah pergaulan yang menjadikan YS terjerumus ke kelompok radikal. "Setelah pindah dari Joko, YS sudah mulai berubah. Mungkin karena pengaruh pergaulan di sana. Dulu orangnya juga tidak tertutup," ucapnya.

Ia itu juga sempat curiga saat YS pulang ke desa sendirian. Sebagaimana informasi yang didapatkannya, YS sudah berkeluarga dan mempunyai anak. "Kalau sudah berkeluarga tapi dia pulang ke rumah sendirian. Katanya juga sudah mempunyai anak. Dan kami, tetangga juga temannya prihatin mengapa YS terlibat," ucapnya.

Seperti diketahui, Densus 88 Antiteror kembali melakukan penangkapan terhadap seorang perempuan terduga teroris di wilayah Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (14/three). Penangkapan dilakukan sekira pukul 16.00 WIB di rumah terduga Dukuh Desan Wetan RT 5 RW 2 Desa Joton, Jogonalan, Klaten.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolres Klaten, terduga teroris yang diketahui berinial Y, 35, tersebut selanjutnya langsung dibawa ke Jakarta.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Ari Purnomo

Comments