Sayangi Ginjal, Begini Cara Kerja 'Buah Pinggang' Si Penyaring Darah

Halo Dokter

Kesehatan / Halo Dokter 9 Views comments

JawaPos.com - Setiap orang memiliki organ ginjal sepasang di kanan dan kiri. Karena letaknya dekat pinggang, maka ginjal sering disebut buah pinggang. Ginjal berukurannya mungil, yakni hanya sekepal tangan masing-masing orang. Biar mungil, ginjal berfungsi sangat hebat yakni menyaring darah dari segala racun.

Dalam momentum Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day (WKD) pentingnya mengingatkan sangat krusialnya fungsi ginjal bagi tubuh. Kesadaran yang perlu ditingkatkan adalah tentang perilaku pencegahan, faktor risiko, dan upaya pengobatan yang dilakukan.

"Meski kecil tapi manfaatnya sangat besar bagi tubuh. Bekerjanya sama seperti jantung yaitu 24 jam. Dan meskipun kita tidur, ginjal tetap bekerja. Bayangkan jika ginjal sampai rusak atau gagal ginjal, apalagi banyak pasien datang dengan ginjal yang sudah terlanjur rusak," ungkap Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) dr. Aida Lydia, PhD., Sp.PD-KGH, dalam konferensi pers, Rabu (13/three).

penyakit ginjal, hari ginjal sedunia,
Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) dr. Aida Lydia, PhD., Sp.PD-KGH, dalam Hari Ginjal Sedunia. (Istimewa)

Berdasarkan keterangan Infodatin, setiap hari kedua ginjal menyaring sekitar 120-150 liter darah dan menghasilkan sekitar 1-2 liter urin. Tiap ginjal tersusun dari sekitar satu juta unit penyaring yang disebut nefron. Nefron terdiri dari glomerulus dan tubulus. Glomerulus menyaring cairan dan limbah untuk dikeluarkan serta mencegah keluarnya sel darah dan molekul besar yang sebagian besar berupa protein.

Selanjutnya melewati tubulus untuk mengambil kembali mineral yang dibutuhkan tubuh dan membuang limbahnya. Ginjal juga menghasilkan enzim renin yang menjaga tekanan darah, hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang memproduksi sel darah merah, serta menghasilkan vitamin D aktif yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang.

Gangguan pada ginjal dapat berupa penyakit ginjal kronik (PGK) dan gangguan ginjal akut (acute kidney damage). Penyakit ginjal kronik adalah kelainan dari struktur atau fungsi ginjal yang menetap lebih dari three bulan yang berpengaruh terhadap kesehatan.

"Saat ini diperkirakan sekitar 10 persen penduduk dunia menderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Prevalensi PGK cenderung lebih tinggi di negara berkembang. PGK dapat berkembang menjadi suatu gagal ginjal tahap akhir jika tidak tertangani dengan baik, dan menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian," tegasnya.

Untuk tahun ini, Kidney Well being for Everybody All over the place, diangkat sebagai tema Hari Ginjal Sedunia. Tujuannya untuk mendorong akses terjangkau dan adil terhadap pendidikan kesehatan, perawatan kesehatan serta pencegahan penyakit ginjal bagi semua orang.

Seruan untuk meningkatkan kesehatan ginjal bagi siapa saja juga dilakukan di Indonesia. kKali ini menitikberatkan pada pencegahan penyakit serta meningkatkan akses untuk layanan kesehatan ginjal.

Pencegahan penyakit ginjal memiliki arti penting untuk menekan jumlah penderita yang meningkat tiap tahunnya. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan persentase penyakit ginjal kronis (PGK) masih tinggi yaitu sebesar three,eight persen, dengan kenaikan sebesar 1,eight persen dari tahun 2013.

Editor           : Nurul Adriyana Salbiah
Reporter      : Marieska Harya Virdhani

Comments