Profil - Ducati Scrambler Cafe Racer

Berita Otomotif

Otomotif / Berita Otomotif 44 Views comments

KabarOto.com - Ducati Indonesia, yang kini berada di bawah naungan PT Cakra Motor Sports activities (CMS) sebagai agen pemegang merek (APM), baru saja meluncurkan mannequin terbaru dari salah satu varian andalannya, Ducati Scrambler.

Bukan hanya satu, namun Ducati melepas empat mannequin anyar sekaligus Scrambler terbaru. Yakni Icon sebagai mannequin primary, Dessert Sled, Cafe Racer, dan terakhir Full Throttle.

Sesuai namanya, keempat mannequin baru tersebut memiliki tampilan yang berbeda-beda. Ducati mengatakan, bahwa perbedaan gaya masing-masing mannequin tersebut bertujuan, agar calon konsumen dapat memilih gaya yang tepat sesuai dengan pribadinya.

Saat ini KabarOto akan membahas mannequin Cafe Racer. Karena menurut kami, mannequin ini paling eye catching dan unik, dibanding mannequin lainnya. Tampilannya menyiratkan karakter sepeda motor balap period lawas yang sangat kuat.

Baca juga: Baru Meluncur, Ducati Indonesia Berikan Harga Khusus Buat Scrambler

Desain

Hal itu terlihat dari penggunaan setang jepit yang rendah, serta penyematan fairing mungil yang melingkari lampu utama. Meski terlihat sederhana, nyatanya fairing kecil berbahan aluminium ini, mampu membuat tampilan sepeda motor produksi Thailand tersebut makin menarik.

Lampu utama Scrambler Cafe Racer terlihat lebih trendy, karena sudah dilengkapi dengan teknologi daytime operating mild (DRL) LED. Di bawahnya, terdapat sepatbor kecil berbahan aluminium, dengan three garis strip berlogo Ducati.

Fairing kecil ciri khas Cafe Racer

Pabrikan asal Italia tersebut mengatakan, bahwa dengan corak baru, Scrambler bergaya Cafe Racer ini terinspirasi dari Desmo legendaris Ducati 125GP.

Tak mengherankan memang, bila wujudnya benar-benar mengesankan sosok sepeda motor balap period 1960-an. Apalagi ditambah warna Silver Ice Matt di sekujur tubuhnya.

Kesan motor balap klasik makin kuat berkat adanya aspect cowl panel di bawah jok, dengan nomor begin 54. Penggunaan nomor ini menurut Ducati, merupakan sebagai bentuk penghargaan kepada pembalap asal Italia Bruno Spiaggiari.

Dimensi

Bila dibandingkan dengan mannequin lain, Cafe Racer memiliki dimensi yang paling rendah. Motor bergaya balap tersebut memiliki tinggi 1.zero66 mm, bila diukur dari tanah hingga tabung minyak rem (brake reservoir).

Sedangkan Icon dan Full Trhottle memiliki tinggi yang sama, masing-masing 1.455 mm. Sementara Dessert Sled menjadi yang paling tinggi, dengan 1.213 mm. Untuk lebarnya, Cafe Racer memiliki ukuran 875 mm, diukur dari jarak antar spion bar-end yang ditempatkan di ujung setang.

Ducati mengklaim, bahwa Cafe Racer cocok untuk digunakan oleh rider dengan berbagai postur badan, karena memiliki jarak dari tanah ke jok single seaternya hanya 805 mm, sehingga mudah dijangkau oleh kaki.

Baca juga: Baru Datang, Ducati Panigale V4 S Pertama Di Indonesia Sudah Terjual

Sasis dan kaki-kaki

Ducati Scrambler Cafe Racer, menggunakan sasis tipe Tubular Metal Stellis Body yang menghasilkan dealing with mumpuni dan inflexible. Apalagi dengan ditambah penggunaan the wrong way up Kayaba berukuran 41mm di depan, berpadu dengan sokbreker dari merek yang sama di bagian belakang, namun dengan fitur pre-load adjustable.

Perpaduan pelek dan ban yang tepat

Untuk bagian roda, Cafe Racer menggunakan Pelek 10 spoke alloy berukuran three.00 x 18 inci di depan. Pelek berwarna hitam tersebut lantas dibalut ban Pirelli MT 60 RS berukuran 110/80R18.

Sedangkan di bagian belakang, menggunakan pelek 10 spoke mild alloy berukuran 5.50 x 17 inci, dan dibalut dengan karet bundar Pirelli MT 60 RS berukuran 180/55R17.

Mesin

Sama seperi mannequin lainnya, Ducati Scrambler Cafe Racer dipersenjatai dengan mesin berkapasitas 803 cc L-Twin, Desmodromic distribution, 2 valves per cylinder, digital gasoline injection.

Di atas kertas, mesin dengan sistem pendingin udara tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 73 dk pada putaran mesin eight.250 rpm dan torsi sebesar 67 Nm saat putaran mesin di angka 5.750 rpm.

Tenaga yang terbilang cukup besar tersebut, lantas disalurkan ke roda belakang melalui transmisi guide hydraulically managed slipper and self-servo moist multiplate clutch, 6 percepatan.

Mesin 803 cc bertenaga 73 dk

Dapur pacu dengan ukuran bore x stroke 88 x 66 mm serta kompresi 11:1 tersebut, disebut sangat responsif untuk digunakan di lalu lintas perkotaan, namun juga mumpuni untuk diajak melintasi jarak jauh seperti saat turing.

Emisi yang dihasilkan, juga diklaim ramah lingkungan karena telah memenuhi standar emisi Euro Four. Hal tersebut disebabkan salah satunya karena, di dalam knalpot berbahan chrome steel Cafe Racer, telah disematkan komponen catalytic converter.

Baca juga: Manajemen Baru Ducati Tingkatkan Layanannya, Ada Free Service 2 Tahun Lho!

Fitur

Salah satu fitur unggulan dari Cafe Racer adalah Bosch Cornering ABS sebagai standar, yang diaplikasikan kedalam komponen rem. Di bagian depan menggunakan cakram berukuran 330 mm yang dijepit kaliper Four piston, dan rem cakram 245 mm dengan kaliper 1 piston di bagian belakang.

Dengan adanya fitur tersebut, rider akan lebih nyaman saat menaklukkan tikungan, tanpa khawatir roda akan terkunci ketika diikuti dengan pengereman mendadak.

Telah dilengkapi fitur baru

Selain itu, fitur terbaru yang disematkan oleh Ducati kepada Cafe Racer adalah dengan adanya penambahan petunjuk degree bahan bakar dan posisi gear.

Indikator ini tidak ditemukan di mannequin Scrambler sebelumnya, sehingga dapat memudahkan rider untuk memantau kondisi sepeda motornya dengan baik. Petunjuk tersebut dapat dilihat secara jelas di layar innstrumen LCD di dekat setang.

Knowledge Spesifikasi

Mesin

L-Twin 803 cc, Desmodromic distribution, 2 valves per cylinder, air cooled. Bore x stroke 88 x 66 m. Kompresi 11:1. Digital gasoline injection, 50 mm thottle physique.

Tenaga 73 dk @ eight.250 rpm, torsi 67 Nm @ 5,750 rpm

Sasis dan kaki-kaki

Tubular Metal Trellis Body. Suspensi depan : the wrong way up Kayaba 41 mm dengan journey 150 mm, Spoked aluminium wheel three,50 x 17 inci, Pirelli Diablo Rosso III - 120/70 ZR17.

Suspensi belakang : Kayaba rear shock pre-load adjustable, 150 mm journey, spoked aluminium wheel 5,50 x 17 inci, Pirelli Diablo Rosso III - 120/70 ZR 17.

Rem depan : 330 mm disc, radial Four-piston calliper dengan Bosch Cornering ABS

Rem Belakang : 245 mm disc, 1 piston floating calliper dengan Bosch Cornering ABS

Panel Instrument Layar LCD dengan fitur indikator bahan bakar, dan posisi gear
Transmisi Guide 6 percepatan, Hydraulically managed slipper and self servo moist multiplate clutch
Perlengkapan standar

Tangki bahan bakar dengan aluminium aspect panels, lampu utama DRL LED dengan cowl aluminium, lampu belakang LED, lampu sein LED, kompartemen di bawah jok dengan soket USB, ABS Cornering, machine completed aluminium belt covers, black engine with bruseh fins.

Elective : clip on handlebars, alluminium handlebars mirrors, sport fashion fornt mudguard, aspect quantity plate, Cafe racer seat with passenger seat cowl, spoke alluminium wheels

Harga Rp 429.000.000 (off the street)

Comments