Selain Naungan ‘Dewa Penalti’, MU Sudah Punya Gambaran Kekuatan dan Kelemahan Tim

  • Whatsapp

Dailymail.co.id, Jakarta Manchester United (MU) menang tipis 1-0 saat menjamu West Bromwich Albion dalam lanjutan Liga Inggris pekan kesembilan di Old Trafford, akhir pekan lalu. Mereka menang secara kontroversial, berkat penalti Bruno Fernandes.

Terlepas hasil dari kemenangan tersebut, MU kini sudah mengetahui line-up penyerang terkuat mereka. Kekurangan terbesar klub raksasa Liga Inggris ini saat melawan West Brom sudah jelas.

Meskipun ada klaim dari beberapa orang bahwa MU tidak melakukan cukup banyak untuk memenangkan pertandingan, banyak dari mereka yang mengutip keberuntungan bahwa dewa penalti jatuh ke pangkuan MU, dan itupun diperjelas dengan statistik.

Mereka mengungkapkan bahwa MU memang unggul dengan nyaman dalam permainan, menikmati 64 persen penguasaan bola dan menciptakan 17 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran.

Tidak heran banyak pujian pasca pertandingan diberikan kepada kiper Albion Sam Johnstone, yang beberapa kali melakukan penyelamatan terhadap aksi Marcus Rashford dan Anthony Martial pada pertandingan Liga Inggris itu. Ole Gunnar Solskjaer bahkan bercanda bahwa MU melakukan kesalahan dengan membiarkan Johnstone hengkang dari klub.

Permintaan Terselubung

Gelandang Manchester United (MU), Bruno Fernandes usai mencetak ke gawang Everton di Goodison Park, Minggu (1/3/2020) (Foto: Doc Premier League)
Gelandang Manchester United (MU), Bruno Fernandes usai mencetak ke gawang Everton di Goodison Park, Minggu (1/3/2020) (Foto: Doc Premier League)

Namun jelas MU seharusnya bisa jauh lebih klinis untuk menegaskan dominasi mereka di Old Trafford. Dari data metrik, angka United's Expected Goals adalah 2,47 dan West Brom 0,50, yang berarti mereka melakukan cukup banyak untuk mencetak lebih dari dua gol.

Pahlawan gol sekali lagi adalah Bruno Fernandes. Sebelumnya, dia pernah mengirimkan permintaan terselubung kepada rekan setimnya bagaimana mereka harus meningkatkan permainan.

Lebih Mudah

Bruno Fernandes dari Manchester United, kiri, mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Everton dan Manchester United di stadion Goodison Park di Liverpool, Inggris, Sabtu, 7 November 2020. (Carl Recine / Pool
Bruno Fernandes dari Manchester United, kiri, mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Everton dan Manchester United di stadion Goodison Park di Liverpool, Inggris, Sabtu, 7 November 2020. (Carl Recine / Pool

"Mereka memainkan sepak bola yang sangat bagus, mereka kuat di belakang [tetapi] saya pikir kami bisa melakukan jauh lebih baik di sepertiga akhir. Lebih sedikit passing, kami perlu melakukan lebih baik dengan tembakan, saya pikir semua orang setuju dengan ini," kata Fernandes.

"Penampilannya bagus tapi kami bisa lebih baik. Kami memiliki beberapa peluang. Mungkin jika kami mencetak gol di babak pertama maka permainan akan jauh lebih mudah." ​​

Tak Punya Banyak Waktu

Pemain Manchester United Bruno Fernandes (kedua kanan) bersama rekan-rekannya merayakan gol ke gawang Copenhagen pada perempat final Liga Europa di Cologne, Jerman, Senin (10/8/2020). Manchester United menang 1-0. (Wolfgang Rattay/Pool via AP)
Pemain Manchester United Bruno Fernandes (kedua kanan) bersama rekan-rekannya merayakan gol ke gawang Copenhagen pada perempat final Liga Europa di Cologne, Jerman, Senin (10/8/2020). Manchester United menang 1-0. (Wolfgang Rattay/Pool via AP)

"Karena mungkin mereka membuka permainan bagi kami. Tapi kami memiliki peluang dan semua orang setuju kami bisa tampil lebih baik dari ini. Kami telah menunjukkan bahwa kami memiliki kualitas lebih dari apa yang kami tunjukkan hari ini," ujar Fernandes.

Komentar tersebut akan memudahkan MU di tempat latihan dalam beberapa hari ke depan. Mereka tidak punya banyak waktu bersama untuk mempersiapkan pertemuan ini, karena Fernandes, Martial dan Edinson Cavani semuanya harus menjalani tugas internasional. Solskjaer mengklaim dia hanya punya waktu 20 menit untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk West Brom.

Kesalahan

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kiri) menyemangati pemainnya Marcus Rashford pada akhir pertandingan Grup H Liga Champions di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu (28/10/2020. Manchester United menang 5-0, Marcus Rashford cetak hattrick. (AP Photo/Dave Thompson)
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kiri) menyemangati pemainnya Marcus Rashford pada akhir pertandingan Grup H Liga Champions di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu (28/10/2020. Manchester United menang 5-0, Marcus Rashford cetak hattrick. (AP Photo/Dave Thompson)

Namun, disisi lain pelatih asal Norwegia itu mungkin juga mengakui bahwa dia juga melakukan kesalahan dengan pemilihan timnya. Apakah benar-benar perlu untuk memulai pertandingan dengan Nemanja Matic dan Fred di lini tengah bertahan?

Bahkan dengan Paul Pogba absen karena 'cedera' dan Scott McTominay tidak siap untuk memulai setelah perjalanannya dengan Skotlandia, rasanya Solskjaer melewatkan kesempatan untuk memulai Donny van de Beek.

Lebih Baik

Selain Naungan 'Dewa Penalti', MU Sudah Punya Gambaran Kekuatan dan Kelemahan Tim
Penyerang Manchester United, Edinson Cavani mengontrol bola saat bertanding melawan West Bromwich Albion pada pertandingan Lanjutan Liga Inggris di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Sabtu (21/11/2020). MU menang tipis atas West Bromwich Albion 1-0. (Alex Livesey/Pool via AP)

Van de Beek, Fred dan Fernandes adalah salah satu dari sedikit kombinasi lini tengah yang belum dicoba Solskjaer sejak awal di Liga Inggris musim ini.

Manajer MU dapat dimengerti sedikit tentatif setelah melihat timnya berjuang di kandang musim ini, dan mereka jauh lebih baik setelah memilih tim yang lebih menyerang melawan Crystal Palace pada hari pembukaan.

Simak Video Menarik Berikut Ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan