Rupiah Menguat Seiring Kabar Positif Vaksin Covid-19

  • Whatsapp

Dailymail.co.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan awal pekan ini. Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak menguat seiring rencana vaksinasi di AS pada Desember mendatang.

Mengutip Bloomberg, Senin (23/11/2020), rupiah dibuka di angka 14.162 per dolar AS, menguat tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Namun menjelang siang, rupiah menguat ke 14.252 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.150 per dolar AS hingga 14.167 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih melemah 2,07 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.164 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.228 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pagi ini sentimen positif terlihat membayangi pergerakan aset berisiko di pasar Asia.

"Rencana vaksinasi COVID-19 Amerika Serikat pada awal Desember 2020, memicu sentimen positif pagi ini," ujar Ariston dikutip dari Antara, Senin (23/11/2020).

Dolar AS terlihat melemah terhadap nilai tukar lainnya termasuk nilai tukar negara berkembang. Indeks saham Asia juga terlihat menguat.

"Demikian juga surplus transaksi berjalan Indonesia bisa memicu penguatan rupiah," kata Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bisa terdorong menguat di kisaran Rp 14.100 per dolar AS hingga Rp 14.200 per dolar AS.

Pada Jumat (20/11) lalu, rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.165 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.155 per dolar AS.

BI Prediksi Rupiah Bakal Terus Menguat

Rupiah Menguat Seiring Kabar Positif Vaksin Covid-19
Petugas menghitung uang rupiah di penukaran uang di Jakarta, Senin (9/11/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ini Salah satu sentimen pendorong penguatan rupiah kali ini adalah kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. (Dailymail.co.id/Angga Yuniar)

Bank Indonesia (BI) mencermati nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menguat. Hal ini didukung oleh berlanjutnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan, nilai tukar rupiah pada 18 November 2020 menguat sebesar 3,94 persen point to point dibandingkan dengan level akhir Oktober 2020.

"Perkembangan ini melanjutkan penguatan pada bulan sebelumnya sebesar 1,74 persen point to point atau 0,67 persen secara rata-rata dibandingkan dengan tingkat September 2020," jelasnya dalam sesi teleconference, Kamis (19/11/2020).

Menurut dia, selain karena peningkatan aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik, penguatan rupiah juga terjadi seiring dengan turunnya ketidakpastian pasar keuangan global, seeta persepsi positif terhadap prospek perbaikan perekonomian domestik.

Dengan perkembangan ini, Perry mencatat, rupiah sampai dengan 18 November 2020 terdepresiasi sekitar 1,33 persen secara year to date jika dibandingkan akhir 2019 lalu.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang bahwa penguatan nilai tukar rupiah berpotensi berlanjut seiring dengan levelnya yang secara fundamental masih undervalued," ujar Perry

"Hal ini didukung oleh defisit transaksi berjalan yang rendah, inflasi yang rendah dan terkendali, daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi, dan premi risiko di Indonesia yang menurun, dan likuiditas global yang besar," tandasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan