Review Black Shark 2 Pro: Gahar di Performa, Tapi Kamera Pas-pasan

  • Whatsapp

Dailymail.co.id, Jakarta – Segmen mobile gaming saat ini memang berkembang dengan sangat pesat dan cukup menggiurkan bagi beberapa perusahaan besar. Terbukti, sejumlah kompetisi gim mobile dengan skala dunia pun sering digelar.

Melihat potensi tersebut, sejumlah vendor smartphone berlomba-lomba memperkenalkan lini smartphone mereka yang menyasar segmen gamer mobile.

Muat Lebih

Dari sekian perusahaan teknologi tersebut, Blackshark merupakan salah satu vendor teknologi yang mengembangkan smartphone khusus gaming, yakni Black Shark 2 Pro.

Menjadi seri penerus Black Shark yang diumumkan perusahaan pada April 2018, Black Shark 2 Pro hadirkan sejumlah peningkatan, termasuk dalam hal seri dan kecepatan prosesor, RAM, dan kamera.

Dengan kemampuan hardware yang ditingkatkan, apakah Black Shark 2 Pro sesuai dengan ekspektasi dan bisa memuaskan gamer?

Berikut ini adalah ulasan tentang Black Shark 2 Pro yang menyambangi meja redaksi Tekno Dailymail.co.id. Adapun model yang kami pegang adalah RAM 8GB+128GB dengan warna Iceberg Grey.

Desain

Black Shark 2 Pro masih mengusung desain bodi belakang yang tidak jauh berbeda dari seri sebelumnya.

Bedanya, kali ini perusahaan asal Tiongkok itu menyertakan lampu LED di sisi kanan kiri dan logo Black Shark di bodi smartphone yang akan menyala saat bermain gim dan mengisi baterai.

Ukuran layar Black Shark 2 Pro pun lebih besar dari sebelumnya yang hanya 5,99 inci ke 6,4 inci dengan bezel di bagian bawah dan atas layar.

Meski belum bebas dari bezel, hal ini sebenarnya sedikit memudahkan kamu saat memegang ponsel saat bermain gim (posisi lanskap).

Selain itu, kamu akan juga menemukan dua buah speaker stereo–di bagian bawah dan atas layar–dan kamera selfie berkemampuan 20MP.

Secara keseluruhan, bodi smartphone ini memang cukup besar, tetapi masih bisa digenggam saat bermain ataupun penggunaan sehari-hari lainnya.

Hardware

Seperti yang kami sebutkan di atas, Black Shark 2 Pro hadir dengan kemampuan hardware kelas atas untuk dikelasnya.

Sama dengan ROG Phone 2 milik Asus, Black Shark 2 Pro hadir dengan prosesor Snapdragon 855+ yang sudah di overclock (ditingkatkan) kecepatannya.

Perlu diingat, perusahaan juga meningkatkan kemampuan layar OLED di smartphone barunya ini sehingga memiliki tingkat sensitiftas sentuhan hingga 240Hz.

Dengan kemampuan tersebut, Black Shark mengklaim layar smartphone-nya memiliki latensi sentuhan paling rendah di industri, yakni 34.7ms.

Berdasarkan pengujian kami saat bermain gim Call of Duty Mobile, PUBG Mobile, Injustice 2, Mortal Kombat X, dan Asphalt 9 terasa sangat responsif.

Ambil contoh saat main PUBG Mobile dan CoD Mobile, peluru keluar dari senapan sesaat jempol menyentuh area pelatuk meskipun belum ditekan dengan keras.

Sayangnya, teknologi peredam panas yang diklaim perusahaan mampu membuat bodi smartphone lebih lama dipegang berlama-lama saat main gim pun tidak terbukti.

Pada sesi review memainkan sejumlah gim, kami merasa suhu bodi smartphone semakin meningkat dan kurang nyaman dipegang lama-lama.

Kamera

Black Shark 2 Pro hadir dengan dua kamera utama, yakni 48MP dan 12MP (telefoto) yang memakai sensor buatan Sony–dan dipakai hampir di semua ponsel pintar di pasaran tahun ini.

Karena bukan menyasar segmen pecinta fotografis, kamera Black Shark 2 Pro mampu menangkap gambar di atas rata-rata, tetapi jauh tertinggal oleh deretan smartphone premium yang ada di pasaran saat ini.

Hal yang menjadi perhatian kami saat mengujicoba kamera Black Shark 2 Pro adalah ketika memotret dalam kondisi minim cahaya dan merekam video.

Berikut ini adalah deretan foto yang diambil menggunakan Black Shark 2 Pro di beragam kondisi cahaya.

Mencoba fitur macro yang tersedia di dalam Black Shark 2 Pro. Hasil yang ditampilkan tidak terlalu buruk untuk sebuah ponsel pintar gaming.

Kemampuan kamera Black Shark 2 Pro paling terasa ketika kami uji adalah saat di malam hari. Walau mampu menangkap objek foto, namun warna yang ditampilkan kurang detail. Beberapa kali, hasil gambar yang difoto terlihat pucat.

Fitur

Selain kemampuan hardware yang mumpuni, alasan lain kenapa kamu memilih smartphone ini ketimbang ponsel pintar premium di pasaran saat ini adalah aksesoris gamepad-nya.

Pada produk review yang diterima, kami hanya menemukan aksesoris kontroler sisi kiri yang dapat digunakan untuk mengendalikan karakter di dalam gim.

Sementara itu, gamepad sisi kanan yang berfungsi untuk aksi di dalam gim terjual terpisah. Jika salah satu gamepad–atau keduanya–dipasang ke smartphone, kamu akan merasakan pengalaman bermain gim di perangkat mobile, seperti Nintendo Switch.

Dari material yang digunakan, aksesoris gamepad Black Shark 2 Pro ini terbuat dari bahan plastik. Walau begitu, tombol di gamepad tetap enak ditekan dan responsif saat bermain gim.

Sebagai informasi, masing-masing gamepad memiliki baterai mereka sendiri dan harus dihubungkan (pairing) ke Black Shark 2 Pro via bluetooth.

Agar bisa terpasang di smartphone, perusahaan menyertakan bumper plastik yang disertakan di dalam boks.

Android 9 dan JoyUI

Black Shark 2 Pro beroperasi menggunakan OS Android 9, dengan sedikit modifikasi antarmuka JoyUI.

Tampil sebagai smartphone gaming, wajar bilamana Black Shark 2 Pro hadir dengan "tombol khusus" untuk mengaktifkan gaming mode yang bernama Shark Space.

Ketika mode ini dinyalakan, semua aktivitas background di smartphone (seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang butuh informasi lokasi) akan dimatikan.

Dengan begini, smartphone kamu bisa mengalihkan seluruh kemampuan prosesor dan memori untuk bermain gim secara optimal mungkin.

Berbekal prosesor Snapdragon 855+ dan RAM 8GB yang terpasang di smartphone, performanya saat main gim tentunya sangat tinggi.

Tak hanya itu, Shark Space juga memungkinkan pengguna untuk mengostumisasi tombol di aksesoris gamepad yang tersedia.

Dalam hal software, kami merasa Black Shark 2 Pro mampu memenuhi semua kriteria untuk sebuah smartphone gaming.

Sayangnya, smartphone ini masih menggunakan OS Android 9 yang membuat pengalaman memakai smartphone sedikit kaku, terlebih lagi dengan tombol navigasi paling dibenci oleh banyak pengguna dan vendor.

Terbukti, perusahaan seperti Oppo, Samsung, hingga Huawei menolak tombol navigasi di Android 9 dan memilih opsi yang lain.

Semoga saja, Black Shark akan merilis update UI yang lebih fleksibel saat mencicipi Android 10. Namun, hal tersebut masih belum diketahui.

Kesimpulan

Black Shark 2 Pro dijual Rp 8,9 juta untuk varian RAM 8GB dan memori 128GB. Sementara untuk harga masing-masing kontroler (kanan dan kiri) harus dibeli secara terpisah

Dengan banderol harga yang lebih murah dan aksesoris tambahan yang ditawarkan, Black Shark 2 Pro dapat menjadi pesaing tunggal Asus ROG Phone 2 di pasaran.

Dari performa, kedua smartphone yang menggunakan Snapdragon 855+ tersebut mampu "berlari" berdampingan saat penggunaan sehari-hari.

Dengan kemampuan hardware tersebut, kemampuan bermain sejumlah gim triple A (AAA) di Android memang tak perlu diragukan lagi. Selain dari itu, tidak banyak hal menonjol yang ditawarkan Black Shark di lini smartphone ini.

Kamera Black Shark 2 Pro pun terkesan biasa-biasa saja, dan kemampuan peredam panas yang diklaim bisa membuat gamer berlama-lama main gim pun tidak terbukti membantu kami main menggunakan smartphone ini.

(Ysl/Isk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan