Cara Sederhana Siapkan Perayaan Imlek

  • Whatsapp

Dailymail.co.id, Jakarta – Pergantian tahun dalam kalender China atau Imlek sering kali menjadi momentum yang paling ditunggu-tunggu sebagian besar orang, terutama masyarakat Tionghoa. Menyebarnya keturunan Tionghoa di banyak negara, menjadikan Imlek sebagai salah satu perayaan besar, termasuk di Indonesia.

Kata “Imlek” bukanlah nama dari perayaan tahun baru Tiongkok. Kata ini diambil dari Bahasa Hokkian dan hanya diketahui dan digunakan oleh orang Indonesia. Di luar, perayaan ini lebih dikenal dengan nama Chinese New Year untuk orang-orang barat, sedangkan orang Tiongkok menamainya Sin Cia.

Muat Lebih

Sin Cia merupakan sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Tiongkok yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan Imlek meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta/Thian, dan perayaan Cap Go Meh.

Persiapan Imlek ini harus sudah dilakukan sebelum hari raya tiba. Dengan mempersiapkan segala sesuatunya, akan membuat suasana Imlek semakin hangat. Jika Anda ingin memberikan suasana Imlek menjadi lebih meriah dan hangat. Berikut persiapan Imlek yang Dailymail.co.id rangkum.

Bersih-Bersih Rumah

(Photo: Chinese New Year 2018) Kertas merah di pintu rumah kerap ditempal untuk merayakan imlek.
(Photo: Chinese New Year 2018) Kertas merah di pintu rumah kerap ditempal untuk merayakan imlek.

Tradisi membersihkan rumah jelang Imlek bagi masyarakat Tionghoa merupakan cara membuang semua barang yang tak terpakai. Orang Tionghoa membersihkan rumah satu hari sebelum Imlek karena dianggap membuang keburukan dan hal negatif yang menghambat datangnya keberuntungan.

Jika membersihkan rumah tepat saat Imlek malah akan membuang keberuntungan. Jadi, pada hari H itulah saat yang tepat mengharapkan agar selalu mendapat keberuntungan dan kesejahteraan.

Siapkan Angpao

Wujud angpao spesial Tahun Baru Imlek 2019 ditunjukkan di AIA Central, Jakarta, Kamis (24/1). Angpao ini menampilkan figur dua perempuan berbusana Cheongsam berlatar belakang Shanghai tempo dulu. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Wujud angpao spesial Tahun Baru Imlek 2019 ditunjukkan di AIA Central, Jakarta, Kamis (24/1). Angpao ini menampilkan figur dua perempuan berbusana Cheongsam berlatar belakang Shanghai tempo dulu. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Angpao biasanya berisi uang. Bagi masyarakat Tionghoa, warna merah adalah lambang kebaikan, kesejahteraan, kegembiraan, dan semangat optimistis yang diharapkan akan membawa nasib baik.

Jumlah uang yang diberikan tidak boleh ganjil karena berhubungan dengan pemakaman. Bagi-bagi angpao juga dipercaya makin memperlancar rezeki di kemudian hari. Makna tradisi membagikan angpao pada saat Imlek ini berkaitan dengan transfer energi dan kesejahteraan yang juga dipercaya memperlancar rezeki.

Angpao yang dibagikan pada tahun baru Imlek mempunyai istilah khusus yaitu Ya Sui, artinya hadiah untuk anak-anak berkaitan dengan pertambahan umur pada tahun yang baru. Tapi pada praktiknya, angpao dibagikan kepada siapa saja dalam keluarga besar, bukan hanya kepada anak-anak. Pada zaman dulu, hadiah tersebut bukan berupa uang seperti yang umum terjadi sekarang, melainkan berupa manisan atau kue-kue.

Makan Bersama

Sebuah keluarga merayakan Tahun Baru imlek dengan makan bersama di sebuah restoran (AP Photo/Ng Han Guan)
Sebuah keluarga merayakan Tahun Baru imlek dengan makan bersama di sebuah restoran (AP Photo/Ng Han Guan)

Dalam menyambut tahun baru Imlek, ada satu tradisi yang tidak boleh dilewatkan oleh etnis Tionghoa, yaitu makan malam reuni. Tradisi ini biasanya dilakukan pada malam tahun baru Imlek. Diyakini sebagai malam paling penting tahun ini.

Malam tahun baru Imlek disebut chuxi, memiliki arti menghapus yang lama dan hal-hal jelek. Malam terakhir sebelum Imlek diisi dengan berdoa untuk menyongsong kedatangan tahun baru atau Da Nian Ye.

Petasan dan Hiasan Warna Merah

Warga keturunan Tionghoa bersembahyang pada malam Tahun Baru Imlek di Vihara Amurva Bhumi, Jakarta, Senin (04/2). Sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek 2570 sebagai ungkapan syukur dari Tuhan. (Dailymail.co.id/Herman Zakharia)
Warga keturunan Tionghoa bersembahyang pada malam Tahun Baru Imlek di Vihara Amurva Bhumi, Jakarta, Senin (04/2). Sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek 2570 sebagai ungkapan syukur dari Tuhan. (Dailymail.co.id/Herman Zakharia)

Dalam kebudayaan Tiongkok, ada binatang buas bernama Nian Shou yang akan memakan semua yang ia temui. Nian Shou muncul setahun sekali, tepatnya pada perayaan tahun baru imlek.

Pada saat memangsa, ada beberapa rumah yang tidak Nian Shou serang. Ternyata tempat tersebut sedang merayakan pesta perkawinan dan ulang tahun, di mana dalam tradisi budaya orang yang mengadakan acara-acara tersebut menggantung kain merah dan dinding-dinding ditempeli kertas merah, yang bertuliskan kata-kata bijak.

Tidak hanya rumah, anak-anak yang bermain petasan juga terhindar dari malapetaka tersebut. Ternyata Nian Shou sangat takut dengan warna merah dan bunyi-bunyian.

Oleh sebab itu, petasan dan hiasan warna merah menjadi barang yang wajib ada pada saat perayaan tahun baru Imlek berlangsung.

Nadiyah Fitriyah/PNJ

Pos terkait