Hari Tanpa Celana, Bagaimana Sejarah Tradisi Konyol Itu?

  • Whatsapp

Dailymail.co.id, Jakarta – Hari Tanpa Celana di Kereta atau No Pants Subway Ride kembali digelar. Ribuan penumpang kereta bawan tanah di sejumlah kota di Amerika Serikat melepas celana mereka untuk merayakan tahun ke-19 No Pants Subway Ride.

Tradisi konyol diciptakan oleh Improv Everywhere, sebuah kelompok seni pertunjukan komedi, di New York City pada 2002.

Muat Lebih

Seperti diberitakan Daily Mail, Selasa (14/1/2020), ketika jam tiga sore pada Minggu, para peserta penuh semangat tiba di Foley Square di Manhattan untuk satu tujuan.

“The No Pants Subway Ride adalah acara tahunan yang diadakan oleh Improv Everywhere setia Januari di New York City. (Tanggalnya berubah dari tahun ke tahun dan diumumkan pada awal Desember),” tulis laman Improv Everywhere, Selasa (14/1/2020).

Misi dimulai sebagai sebuah lelucon kecil dengan tujuh orang dan telah berkembang menjadi perayaan kekonyolan internasional, dengan lusinan kota di seluruh dunia ikut berpartisipasi setiap tahun.

“Ide di balik No Pants sederhana: Penumpang secara acak naik subway di stasiun erpisah di tengah musim dingin tanpa celana dan hanya memakai celana dalam. Para peserta berperilaku seolah-olah mereka tidak saling kenal, dan mereka semua mengenakan mantel musim dingin, topi, syal, dan sarung tangan. Satu-satunya hal yang tidak biasa adalah tanpa celana,” sambung laman tersebut.

Go International

Sejumlah penumpang tanpa mengenakan celana bersiap menaiki kereta selama No Pants Subway Ride ke-18 di London Underground di London, Inggris (13/1). Peringatan ini dilaksanakan setiap tahunnya bermula dari Kota New York, AS. (AFP Photo/Daniel Leal-olivas)
Sejumlah penumpang tanpa mengenakan celana bersiap menaiki kereta selama No Pants Subway Ride ke-18 di London Underground di London, Inggris (13/1). Peringatan ini dilaksanakan setiap tahunnya bermula dari Kota New York, AS. (AFP Photo/Daniel Leal-olivas)

Sejak acara itu digelar, Hari Tanpa Celana telah membentang di beberapa kota di Amerika Serikat, bahkan go international, termasuk di Berlin, Tokyo, dan Sydney.

Di Boston, orang-orang bersuka cita dengan kekonyolan itu. Penyelenggara Malcolm Joseph mengatakan bahwa ini adalah kesempatan untuk merangkul kekonyolan kepada peserta dan terlibat dengan orang-orang dengan cara yang mungkin tak pernah dilakukan.

“Luar biasa. Tahun lalu dingin, turun salju, sangat dingin. Ini adalah waktu yang tepqt untuk melakukannya. Beri kaki Anda kesempatan untuk bernapas,” kata Malcolm.

Dailymail.co.id | Daily Mail Online

Pos terkait