3 Kenangan Tokoh Papua atas Meninggalnya Bupati Boven Digoel

  • Whatsapp

Dailymail.co.id, Jakarta – Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambanop (44) meninggal dunia. Jazad Benediktus ditemukan pertama kali di salah satu kamar hotel kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin pagi 13 Januari 2020.

“Iya (meninggal) diduga karena sakit jantung,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Heru Novianto saat dikonfirmasi, Senin, 13 Januari 2020.

Muat Lebih

Jenazah sang Bupati Boven Digoel dari Papua itu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diautopsi. Setelah itu, jazadnya dipulangkan ke Papua untuk disemayamkan serta dimakamkan.

Sebelumnya, menurut keterangan dihimpun pihak kepolisian, kehadiran Benediktus di Jakarta untuk mengikuti giat Rapat Kerja Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran pada 10-12 Januari 2019.

Kepergian Benekdiktus Tambonop membawa duka mendalam bagi masyarakat Papua khususnya daerah yang sedang dipimpinya yaitu Boven Digoel.

Berikut 3 kenangan dari para tokoh Papua atas meninggalnya Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambanop dihimpun Dailymail.co.id:

Sekda Papua Tak Menyangka

Ilustrasi masyarakat Papua. (Dailymail.co.id / Katharina Janur)
Ilustrasi masyarakat Papua. (Dailymail.co.id / Katharina Janur)

Rasa duka dirasakan masyarakat papua atas meninggalnya Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambonop.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya putra daerah Papua tersebut.

Dilansir dari Antara, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Hery Dosinaen pun kaget atas kabar mengenai kepergian Bupati Boven Digoel tersebut.

“Tuhan terlalu cepat memanggil beliau (Bupati Boven Digoel Benediktus Tambonop),” kata Hery, Senin, 13 Januari 2020.

Kehilangan Sosok Muda

Mencari pemimpin yang ideal
Mencari pemimpin yang ideal

Disisi lain, Hery juga, mengatakan Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambonop merupakan orang yang dapat menjadi figure untuk Papua ke depan.

Hery mengimbau, masyarakat papua untuk tidak mudah terpancing amarahnya dengan pemberitaan yang tidak benar. Ia tidak ingin, meninggalnya Bupati Bivon Digoel dapat menyebabkan kegaduhan dan konflik di tanah papua.

“Dengan kepergian sosok kepala daerah yang masih terbilang muda ini, seluruh masyarakat Papua khususnya di Kabupaten Boven Digoel diharapkan tidak terprovokasi dan membuat kesimpulan yang dapat menyebabkan keresahan,” ujarnya.

Keinginan Memajukan Boven Digoel

Seorang pria berbusana dan atribut adat Papua memperagakan proses pemahatan di gerai UKM Provinsi Papua dalam SMESCO UKM Festival ke-9 di Jakarta. (Antara)
Seorang pria berbusana dan atribut adat Papua memperagakan proses pemahatan di gerai UKM Provinsi Papua dalam SMESCO UKM Festival ke-9 di Jakarta. (Antara)

Tidak hanya Hery, Kasubag Protokoler Setda Kabupaten Boven Digoel, Albertus Kutat menyebutkan, semasa memimpin Boven Digoel sejak 2016, Bupati Benediktus dikenal membangun sumber daya manusia (SDM).

Albertus mengenang ucapan sang bupati, bahwa dengan mandirinya SDM di Boven Digoel, maka pembangunan akan mengikuti daerah itu.

“Dia selalu mengatakan ketika SDM mandiri dan siap, maka dengan sendirinya pembangunan di suatu daerah akan mengikutinya. Warga Boven Digoel sangat kehilangan sosok yang baik hati,” ujar Albertus, ditemui wartawan di kediaman Bupati Benediktus di Merauke, Senin 13 Januari 2020.

Bupati Kabupaten Boven Digoel Benediktus Tambanop baru menjabat bupati pada 2016. Rencananya, ia akan mengikuti Pilkada serentak 2020, untuk maju kembali sebagai Bupati Boven Digoel.

(Rizki Putra Aslendra)

Dailymail.co.id | Daily Mail Online

Pos terkait