Miris, Pekerja Honorer Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Nasional

Berita / Nasional 12 Views comments

JawaPos.com - Seorang pria berinisial FL, 30, warga Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) diduga melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri. Pekerja honorer dari salah satu instansi di daerahnya itu melakukan aksi bejatnya saat istrinya bekerja.

"Sudah ditetapkan tersangka. Pelaku ini perekrutannya honorer, kontrak di salah satu instansi di Bantul," kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo saat konferensi pers di Mapolres Bantul, Kamis (14/2).

Dikatakan Rudy, pelaku diamankan pada Rabu (13/2) kemarin. Atas laporan polisi pada 21 Januari 2018 lalu, yang dilakukan oleh ibu korban. "Keterangan ibu korban, saat pulang lihat korban menangis. Mendekatinya, melihat tangannya seperti terkilir dan lecet," katanya.

Kemudian korban menyampaikan kalau alat vitalnya sakit karena dimasuki jari oleh pelaku. Atas laporan itu, pihaknya pun langsung melakukan tindakan. "Hasil visum dari korban dan keterangan dari saksi telah menguatkan. Kami akhirnya mengamankan pelaku," katanya.

Meski telah ditetapkan menjadi tersangka, pelaku memang belum juga kooperatif. Namun pihak kepolisian telah melakukan gelar perkara dan juga cukup bukti serta saksi, penyelidikan dinaikkan menjadi penyidikan. "Kami tidak mengejar pengakuan tersangka, tapi atas laporan saksi dan alat bukti lain," katanya.

Dari keterangan saksi, lanjut Rudy, diketahui pelaku melakukan tindak pencabulan saat rumah dalam keadaan sepi. Ketika istrinya sedang bekerja di salah satu sekolah yang ada di Bantul.

FL dijerat dengan Pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 mengenai perlindungan anak. Ia terancam hukuman minimal 5 dan maksimal 15 tahun penjara.

Sementara, FL mengaku kasus ini hanyalah fitnah dari istrinya saja. Ia tak melakukan pencabulan seperti apa yang dituduhkan kepadanya. "Saya belum pernah berbuat itu pada anak kandung saya, itu fitnah dari ibunya. Saya nggak ngerti ada kasus apa," kata dia.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : Ridho Hidayat

Comments