Mengenal Mudhalama, Wanita Pertama yang Sukses Berinteraksi dengan Suku Sentinel

Aneh Tapi Nyata

Entertainment / Aneh Tapi Nyata 16 Views comments

Pulau Andaman saat ini jadi salah satu tempat berbahaya karena banyak suku Sentinel yang ada di sana. Bukan karena apa, pasalnya para suku ini benar-benar tertutup dari dunia luar dan tidak mudah untuk menerima pendatang. Seandainya datang ke sana dan para suku menafsirkan salah atas kedatangan kita, yang ada malah diserang dengan senjatanya. Seperti yang terjadi kepada seorang pria beberapa waktu lalu.

Namun demikian bukan berarti kalau suku ini benar-benar tak tersentuh oleh manusia trendy. Pasalnya ada loh seorang wanita yang berhasil masuk ke dalam suku ini dan diterima hangat oleh mereka. Lalu siapakah sosok wanita sangar itu? Simak ulasan berikut.

Ekspedisi ke suku Sentinel yang merenggut nyawa kembali

Kita mungkin sudah tahu mengenai suku Sentinel yang dianggap berbahaya karena menolak kontak dengan dunia luar. Beberapa waktu yang lalu salah satu misionaris Amerika Serikat bernama John Allen Chau mendapatkan nasib yang sama.

Suku Sentinel [sumber gambar]Ya, dirinya harus tewas menghadapi panah para anggota suku itu ketika melakukan ekspedisi ke sana. Hal ini tentunya mengingatkan kita pada kisah tahun 2006 dimana dua orang nelayan India yang merenggut nyawa dengan cara yang serupa. Hal inilah yang membuat pemerintah India melarang kunjungan ke tempat mereka karena memang resiko bahayanya yang luar biasa.

Mudhamala yang jadi satu-satunya wanita yang tundukkan Sentinel

Meskipun suku ini terkenal sangat tidak ramah dengan pendatang, siapa sangka sejatinya dulu sudah ada orang yang berhasil ke sana dengan selamat. Madhumala Chattophadyay, adalah satu-satunya wanita yang berhasil menjalin interaksi langsung dengan suku Sentinel dan mengukir sejarah baru.

Interaksi dengan sentinel [sumber gambar]Tepatnya pada tahun 1991, dirinya dengan beberapa krunya berhasil mendapatkan hati para penduduk pulau Andaman dan merasakan masuk dalam komunitas mereka. Madhumala sendiri adalah seorang ahli antropologi yang mempunyai minat tinggi untuk mempelajari beberapa suku unik di India sana. Awal mula ketertarikannya pada ilmu itu sejak anak-anak di mana dirinya ingin mengetahui kehidupan suku-suku di pulau Andaman hingga akhirnya mimpinya benar terwujud.

Pengalaman dengan suku Andaman yang luar biasa

Awal mula kedatangan Mudhamala tentunya tidak semudah yang orang kira. Seperti para pendatang lain, kedatangannya disambut dengan todongan panah. Untuk mengakalinya, Mudhamala memberikan kelapa yang dihanyutkan dari perahu. Para anggota suku menerimanya namun bukan berarti mereka menurunkan anak panahnya.

Diterima dengan baik [sumber gambar]Barulah ketika salah satu anggota suku perempuan datang dan menghentikan yang lainnya untuk menurunkan panah mereka. Interaksi pertama itu dianggap berhasil meningkatkan kepercayaan dari suku di Andaman. Ketika kunjungan berikutnya barulah para peneliti yang satu ini sangat disambut ramah oleh penduduk di sana dan bisa melakukan interaksi secara langsung.

Sebelumnya juga ada pria pertama yang melakukan kontak

Mudhamala mungkin jadi wanita pertama yang datang ke sana, namun bukan orang pertama. Ya pasalnya sebelumnya sudah T.N. Pandit salah satu antropolog juga yang melakukan hal serupa. Kontak pertamanya dengan suku Sentinel sama yaitu dengan memberikan sebuah hadiah berupa kelapa untuk meyakinkan mereka.

TN Pandit [sumber gambar]Hal itu pula lah yang menginspirasi Mudhamala untuk melakukan cara serupa untuk merebut hati dari para suku sentinel. Ekspedisinya ini sendiri sudah dilakukan sejak tahun 1967 dan membuka jembatan hubungan dengan suku Jarawa di Andaman. Namun sayang, baik penelitian T.N. Pandit maupun Mudhamala harus terhenti dan akhirnya kontak dengan suku itu hilang.

BACA JUGA: 5 Fakta Ngeri Sentinel, Suku Primitif Paling Sadis yang Pernah Ada

Beberapa peneliti ini menunjukkan kalau para suku di pulau Andaman yang dikenal tak ramah itu ternyata punya sisi lain. Ya, untuk ke sana dibutuhkan pendekatan khusus dan baik-baik pasalnya mereka hanya ingin mempertahankan diri bukan untuk benar-benar menyerang.

Comments