Mengenal Eksaserbasi PPOK, Kondisi Memburuknya Gejala PPOK

Halo Dokter

Kesehatan / Halo Dokter 31 Views comments

Orang dengan penyakit PPOK awalnya mungkin tidak menyadari bahwa penyakit ini telah ia miliki. Biasanya, mereka baru menyadari saat kondisinya bertambah buruk. Hal ini disebabkan oleh tidak munculnya gejala atau hanya gejala ringan saat tahap awal PPOK. Seiring bertambah buruknya penyakit ini, gejala biasanya menjadi semakin parah. Kondisi iti disebut dengan eksaserbasi. Eksaserbasi adalah kondisi di mana gejala PPOK seseorang menjadi memburuk. Apa saja yang perlu kita ketahui tentang eksaserbasi PPOK? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu eksaserbasi PPOK?

Pada orang dengan PPOK, eksaserbasi adalah kondisi di mana gejala PPOK yang Anda alami memburuk. Memburuknya gejala PPOK ini disebut juga flare-up PPOK. Pada awal penyakit ini muncul, Anda mungkin tidak menyadari karena gejala yang datang bisa sangat ringan bahkan cenderung tidak memunculkan gejala. 

Seiring berjalannya waktu, ketidaktahuan akan adanya penyakit dalam tubuh mungkin membuat Anda tidak melakukan sesuatu untuk memperbaiki kondisinya. Akhirnya, gejala PPOK yang Anda alami jadi memburuk dan menyebabkan Anda mengalami eksaserbasi. Orang dengan PPOK yang mengalami eksaserbasi adalah orang yang sangat rentan dengan penyakit lainnya yang membuat keadaannya semakin memburuk.

Eksaserbasi adalah tanda PPOK tingkat lanjut. Lantas, apa saja gejalanya?

Orang dengan PPOK mempunyai kondisi paru-paru yang rusak. Ketika tidak diobati, kondisi PPOK bisa saja memburuk. Beberapa gejala berat mungkin sampai mengharuskan Anda melakukan perawatan di rumah sakit. Semakin berat kerusakan paru yang Anda miliki, semakin parah pula gejala yang terjadi. Gejala ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki atau bahkan berganti pakaian. Tanda-tanda bahwa PPOK Anda memburuk dan meningkatkan risiko terjadinya eksaserbasi adalah:

  • batuk berkepanjangan
  • batuk disertai produksi lendir yang berlebihan, sering disebut sebagai “batuk perokok”
  • sesak dada
  • sesak napas yang semakin parah saat beraktivitas fisik
  • mengi
  • pembengkakan tungkai, pergelangan, atau telapak kaki
  • penurunan berat badan
  • berkurangnya ketahanan otot
  • perubahan warna lendir menjadi kuning, hijau, cokelat, atau berdarah
  • napas pendek atau cepat, di luar jumlah normal bagi Anda
  • demam 
  • linglung atau rasa kantuk berlebihan

Apa pemicu PPOK?

Banyak pemicu yang bisa menimbulkan flare-up. Pemicu paling umum sering kali adalah infeksi. Menurut sebuah artikel di American Household Doctor pada tahun 2001, infeksi bakteri merupakan faktor yang berkontribusi hingga 70 sampai 75 persen eksaserbasi PPOK. Sedangkan 25 sampai 30 persen penyebab orang PPOK mengalami eksaserbasi adalah virus.

Polusi udara dan iritan lingkungan lainnya juga bisa memicu flare-up PPOK. Memahami pemicu apa saja yang berpotensi menyebabkan perburukan gejala, serta berupaya mengindarinya dapat sangat membantu mengurangi jumlah episode flare-up dan kunjungan ke rumah sakit.

Apa gejala dari eksaserbasi PPOK?

Kondisi eksaserbasi PPOK bisa jadi mengancam nyawa. Jika Anda mengalami perburukan gejala PPOK, mungkin Anda harus mencari bantuan medis dengan segera. Menurut COPD Foundation, terdapat beberapa gejala yang dapat mengindikasikan eksaserbasi akut. Gejala itu merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan perhatian mendesak. Gejala-gejala eksaserbasi adalah:

  • ketidakmampuan mengatur napas atau berbicara
  • linglung atau rasa kantuk berlebihan
  • detak jantung cepat
  • kuku atau bibir berwarna biru atau abu-abu (tanda bahwa tubuh kekurangan oksigen)
  • peningkatan produksi lendir
  • perubahan warna lendir menjadi coklat, kuning, hijau, atau berdarah
  • demam
  • gejala tak kunjung membaik sekalipun telah melakukan pengobatan yang dianjurkan

Bagaimana cara mengobati eksaserbasi PPOK?

Kasus terburuk dari flare-up PPOK alias eksaserbasi adalah dengan menanganinya melalui perawatan di rumah sakit. Pengobatan untuk eksaserbasi PPOK dapat meliputi:

  • mengobati penyebab flare-up, seperti dengan antibiotik atau infeksi bakteri
  • obat-obatan untuk membuka saluran udara (bronkodilator)
  • terapi oksigen
  • obat-obatan untuk mengurangi peradangan seperti glukokortikosteroid sistemik (oral atau inhaler)

Oleh karena pasien PPOK memiliki risiko untuk mengalami pembekuan darah di paru-paru, petugas medis terkadang juga memberikan terapi profilaksis untuk trombosis vena dalam sebagai tindakan pencegahan.

Bagaimana cara menghindari eksaserbasi PPOK?

Sekalipun PPOK merupakan penyakit yang tak bisa disembuhkan, tetap ada cara untuk membuat penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang lebih buruk lagi. Anda bisa mengendalikan atau bahkan mencegahnya dimulai dari diri sendiri.

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan untuk mencegah eksaserbasi adalah dengan tidak merokok dan menghindari polusi udara. Berhentilah merokok jika Anda masih merokok dan jauhilah asap rokok. Mendapatkan vaksinasi flu atau pneumonia juga merupakan ide yang bagus untuk mencegah infeksi. Anda bisa menanyakan tentang program rehabilitasi paru yang menggunakan kombinasi dari edukasi, olahraga, dan konseling gizi untuk membantu meringankan gejala Anda.

Ide bagus lain untuk mencegah eksaserbasi adalah dengan menepati alias disiplin dalam memenuhi semua janji dengan dokter meskipun Anda merasa baik. Jaga kebersihan diri dengan baik, seperti mencuci tangan secara teratur. Anda juga dapat membawa botol kecil hand sanitizer untuk berjaga-jaga pada saat yang tidak memungkinkan untuk Anda mencucui tangan.

Hindari menyentuh mulut, mata, dan hidung di tempat umum untuk mencegah kuman memasuki tubuh. Hindari sekumpulan orang banyak selama musim pilek dan flu untuk membantu mencegah eksaserbasi PPOK.

 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, analysis, maupun pengobatan.

The submit Mengenal Eksaserbasi PPOK, Kondisi Memburuknya Gejala PPOK appeared first on Hello Sehat.

Comments