Memburuknya Krisis Air Bersih di Filipina Picu Penyelidikan Hukum

Nasional

Berita / Nasional 52 Views comments

Liputan6.com, Manila - Senat Filipina memerintahkan penyelidikan hukum terhadap krisis air bersih yang kian memburuk di ibu kota Manila, di kabar terakhir menunjukkan distrik bisnis utama, Makati, telah terdampak dan kemungkinan akan berlangsung berbulan-bulan.

Manajemen Manila Water Firm, yang puluhan ribu pelanggannya terpukul oleh krisis air bersih sejak pekan pertama Maret, akan menghadapi penyelidikan pada 19 Maret, kata Senator Grace Poe dalam sebuah pernyataan.

Manila Water, yang memasok air bersih ke lebih dari setengah wilayah ibu kota, mengatakan situasi akan kembali regular ketika hujan datang, demikian sebagaimana dikutip dari The Straits Occasions pada Kamis (14/three/2019).

Krisis air bersih awalnya melanda puluhan desa di Filipina. Namun, dalam hitungan hari, kondisi tersebut meluas hingga ke berbagai kota besar, termasuk Manila dan Quezon Metropolis yang padat penduduk.

"Kami menyerukan penyelidikan ini karena masyarakat sudah haus akan kebenaran, sekarang mereka tidak punya air untuk diminum dan dibersihkan," kata Poe.

Lebih banyak daerah, termasuk pusat bisnis Makati diprediksi tidak akan memiliki persediaan air bersih selama enam jam setiap harinya mulai Kamis ini, tulis Manila Water di halaman Fb-nya.

Manila Water mengatakan awal pekan ini, bahwa krisis air bersih itu disebabkan oleh meningkatnya permintaan dan keterlambatan pengoperasian pabrik pengolahan air Cardona, yang seharusnya menambah pasokan.

Musim kemarau di Filipina yang datang lebih cepat, kian memperburuk kondisi pasokan air.

Simak video pilihan berikut: 

Seorang ibu mendatangi warung web di kota Nueva Ecija, Filipina. Diketahui bahwa anaknya menolak berhenti bermain gim on-line meski sudah 48 jam bermain.

Comments