Megawati Serukan Merah Putih Ditanamkan dalam Jiwa

Politik

Berita / Politik 87 Views comments

Megawati Soekarnoputri serukan semangat merah putih ditanamkan dalam jiwa generasi muda. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Jakarta: Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri memberikan kuliah wawasan kebangsaan di hadapan para purna Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Megawati berpesan agar merah putih sekalu ditanamkan dalam jiwa generasi muda. 

"Kalau sekarang ada yang mau ganti bendera kita, negeri kita dengan yang lain, saya tanya ke anak-anak muda, apakah siap mempertahankan negara ini? Yang saya harapkan, mulai malam ini, roh itu kembali, roh untuk mempertahankankan merah putih kita," pekik Megawati di hadapan purna Paskibraka di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 November 2018.

Megawati lalu mengisahkan perjalanan panjang bendera pusaka hingga bisa berkibar saat detik-detik proklamasi. Katanya, bukan perkara mudah menemukan kain berbahan dasar merah. Kain yang berwarna merah diperoleh dari orang Jepang. Bahkan bendera pusaka ini pernah dibelah dua demi menghindari pihak Belanda yang mencoba menjajah kembali Indonesia.

"Ibu cerita ke saya. Justru yang memberikan kain berwarna merah seorang Jepang yang simpati pada kita. Dia seorang pengusaha. Dia yang mencari dan dapat. Lalu kain itu dijahit dan disimpan ibu saya," kata Megawati.

Cerita itu ia dapatkan dari ibundanya langsung, Fatmawati, sang penjahit bendera pusaka. Kata Megawati, pada 1944, Soekarno dan Fatmawati sama-sama merasa bahwa cita-cita untuk memerdekakan Indonesia harus segera terwujud.

"Waktu itu, ibu saya masih mengandung kakak saya. Beliau lalu menjahit bendera merah putih. Tapi waktu itu zaman Jepang, susah sekali mencari kain warna merah. Kalau kain warna putih banyak," kata Megawati.

Baca juga: Megawati Raih Gelar Bhakti Teratai Putra Paskibraka

Setelah Proklamasi, ternyata Belanda tak terima kenyataan itu dan mencoba melakukan agresi militer. Sebagai proklamator dan Presiden RI pertama, nyawa Soekarno terancam. Soekarno pun membawa keluarga pindah ke Yogyakarta, atas permintaan Sultan Hamengkubuwono IX. 

"Ini yang tak banyak diketahui. Ibu saya bercerita. Sebelum kami pindah, ayah saya (Bung Karno) bilang ke Muntahar. Saya beri tugas kamu bawa bendera merah putih ke Yogyakarta. Saya tak mau tahu bagaimana caranya, yang pasti harus selamat," kata Megawati mengisahkan.

Habib Husein Muntahar adalah seorang tentara berpangkat mayor. Ia dikenal juga sebagai Bapak Paskibraka Indonesia.

"Cerita ibu saya, bendera itu dibuka lagi, dipisah putih dan merahnya. Tentunya ini tak bisa dibawa satu orang. Tapi pendek ceritanya, bendera itu sampai juga di Yogyakarta. Dan ibu saya menjahitnya kembali," beber Megawati, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu.

Sampai bagian itu, Megawati terdiam sebentar. Baginya, apa yang dilakukan para pendiri bangsa demi bendera merah putih sangat heroik.

"Ini kain hanya merah dan putih. Tapi jiwanya itu ada," kata Megawati, sambil menunjuk dadanya. "Ada di sini, ada di dada kita, roh kita," tutupnya. 

Comments