Marbut-Majelis Taklim DKI Lihat Perjuangan Sahabat Nabi di Museum As Haabee

  • Whatsapp

Mekah – Marbut dan majelis taklim DKI Jakarta mengunjungi Museum As Haabee. Mereka belajar mengenai sejarah perjuangan sahabat Nabi Muhammad SAW.
Dailymail.co.id mengikuti rombongan jemaah umrah marbut dan majelis taklim DKI masuk ke Museum As Haabee, Mekah, Jumat (8/11/2019). Letak museum tak begitu jauh dari Masjidil Haram.

Potret lembah Abu Thalib.Potret lembah Abu Thalib. Foto: Kanavino/Dailymail.co.id

Museum menampilkan cerita perjuangan sahabat Nabi dalam bentuk video, tulisan dan gambar. Museum terbagi ke dalam sebelas ruangan atau stan. Di setiap ruangan, tersaji cerita sahabat yang berbeda-beda.
Sahabat yang diceritakan dalam museum ini adalah mereka yang rela berkorban untuk perjuangan Nabi dalam menyiarkan agama Islam. Para sahabat yang berdedikasi dan memiliki kemurnian hati.
Di stan pertama, jemaah marbut dan majelis taklim DKI melihat beragam kaligrafi. Selanjutnya jemaah melihat video tentang penjelasan saat Rasul menerima wahyu.
Para sahabat mempercayai kenabian Muhammad SAW. Diceritakan juga mengenai salah satu keluarga miskin yang pertama memeluk Islam yaitu keluarga Ammar bin Yasir.
Di bagian selanjutnya, ada juga cerita mengenai proses hijrah Nabi dan para sahabat. Kehidupan di Madinah juga menjadi salah satu cerita yang disampaikan di museum tersebut.
Selain itu, ada pula video yang menampilkan kisah peperangan semasa Rasul hidup. Salah satu yang dikisahkan adalah Perang Uhud yang menyebabkan sejumlah kaum muslim mati syahid.

Read More

Marbut-Majelis Taklim DKI Lihat Perjuangan Sahabat Nabi di Museum As HaabeeFoto: Kanavino/Dailymail.co.id

Ada pula kisah mengenai wafatnya Rasulullah SAW dan tanggapan para sahabat. Meninggalnya Nabi membuat para sahabat sangat sedih.
Setelah itu diceritakan mengenai perjuangan Islam setelah Rasul wafat. Di sini dijelaskan bagaimana pengaruh peradaban Islam bagi dunia.
Di ruangan terakhir, ada beragam pernak-pernik dan oleh-oleh khas Saudi. Sebagian jemaah tampak membeli parfum, sejadah dan barang lain untuk buah tangan bagi keluarga di tanah air.
Usai dari museum, jemaah kembali ke Masjidil Haram. Mereka menunaikan Salat Maghrib dan Salat Isya.
(knv/zak)

Related posts

Leave a Reply