Mahasiswa Hindu Diminta Berperan Dalam Pembangunan Bangsa

Politik

Berita / Politik 162 Views comments

Menpora Imam Nahrawi (tengah). (Foto: Medcom.id/Gregorius Gelino)
Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi melantik Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) periode 2018-2020, di Wisma Kementerian Oemuda dan Olahraga, Jakarta. Imam berharap KMHDI semakin strong dan mencetak kader yang tangguh mengingat tantangan ke depan semakin berat.

"Selamat dilantik, betapa harmonisasi di KMHDI menjadi cerminan proses konsolidasi yang baik dan benar. Selamat. Selamat juga atas rakernas dan dibuka malam ini," kata Imam melalui keterangannya, Jumat, 9 November 2018.

Menurut dia, KMHDI harus membicarakan banyak hal untuk kepentingan bangsa. Pasalnya, pemuda mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan. Tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi harus menjadi pelaku utama pembangunan bangsa.

"Saya akan terus buka diri, pemerintah, momentum apapun kita jaga, perbedaan wajat, tetapi kita tetap jaga persatuan. Selamat berjuang. Jadikan medsos (media sosial) ruang bagi ide mahasiwa kembali ke khittahnya sebagai agen perubahan,” ujar Imam.

Imam yakin para pemuda bisa memilih calon pemimpin yang baik dan mengedepankan kepentingan bangsa pada Pilpres 2019. "Saya yakin pilihan mereka sama dengan saya. Namun apapun pilihannya kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan," kata Imam.

Sementara itu, Ketua Presidium PP KMHDI 2018-2020, I Kadek Andre Nuaba mengatakan kepengurusannya akan fokus pada optimalisasi, implementasi sistem kaderisasi. Sebab, penguatan kader melalui Pendidikan adalah domain utama organisasi KMHDI.

Andre baru terpilih sebagai ketua presidium pada pemilihan Presidium KMHDI X di Yogyakarta, Agustus 2018. Dia juga menyampaikan tentang pentingnya keterlibatan organisasi mahasiswa, khususnya KMHDI sebagai alat pendidikan mahasiswa Hindu Indonesia menghadapi situasi nasional dan luar negeri yang penuh ketidakpastian. Ketidakpastian ini hanya bisa disiasati dengan kaderisasi yang dijalankan dengan konsisten dan sistematis.

"Sistem pendidikan kaderisasi yang dimiliki KMHDI diharapkan mampu membentuk kader menjadi para ksatria, yang siap menyambut setiap perubahan yang terjadi. Dalam strategi perang apapun, klasik maupun kotemporer, hanya ksatria terdidik dan terlatih yang akan mampu menghadapi jenis pertempuran apapun," kata Andre.

Saat ini, kata dia, negara-negara sedang menghadapi pertempuran international. Mereka berlomba menguatkan sumber daya yang mereka miliki untuk bertarung dan mempertahankan diri.

"Pertempuran tersebut memasuki semua lini, baik sumber daya, ekonomi, apalagi politik. Konsistensi KMHDI menguatkan kaderisasi diharapkan mampu memberikan sumbangsih terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia," ujar Andre.

Dia juga mengingatkan kepada kadernya untuk konsisten dan memberikan karya terbaiknya untuk kepengurusan. Apalagi tantangan ke depan semakin berat dengan adanya iklim sosial yang penuh ketidakpastian, serta kemajuan teknologi dan terciptanya kecerdasan buatan.  

"Untuk itu, kepada seluruh pengurus pimpinan pusat saya harap kita semua dapat merumuskan components program kerja yang tepat, sehingga mampu memimpin pemuda Indonesia untuk merebut kemenangan dalam medan pertempuran international," tandas dia.

Comments