Larissa Chou Ungkap Kisah Jadi Mualaf di Buku

  • Whatsapp

Dailymail.co.id, Jakarta Sosok menantu mendiang Ustaz Arifin Ilham, Larissa Chou dikenal sebagai mualaf. Larissa yang menikah dengan Alvin Faiz ini menceritakan perjalanan hidupnya sampai berpindah keyakinan. Semua itu dituliskannya dalam sebuah buku yang diberi judul Rissa: Sebuah Pilihan Hidup.

Menjadi mualaf, dan kemudian menikah dengan seorang anak ulama besar memang menjadi sebuah cerita yang menarik bagi Larissa Chou. Belum lagi konflik dengan keluarga besarnya saat mengetahui dirinya berpindah keyakinan.

Muat Lebih

“Dalam buku ini aku memang tidak membahas agama sebelumnya.Aku juga mau bilang orangtua nggak marah sih, hanya kecewa anaknya berbeda. Pesan dari buku ini juga untuk sesama mualaf, untuk tidak menjelekkan agama kita sebelumnya,” ujar Larissa Chou saat launching bukunya di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Dalam buku ini, Larissa Chou juga menceritakan masa kecilnya. Larissa mengaku dirinya lahir dari keluarga broken home. Menuliskan kisah hidupnya ini, tidaklah mudah bagi Larissa. Apalagi dirinya harus menggali masa lalunya yang tidak menyenangkan.

“Paling kesulitannya karena harus flashback masa kecil kita. Aku broken home, lalu pacaran beda agama. Lumayan sulit karena memang enggak terlalu happy. Dari kecil papa sama mama sudah cerai, dan masih banyak lagi,” ujar Larissa Chou.

2 dari 3 halaman

Tak Mudah

Larissa Chou
Larissa Chou bersama Alvin Faiz saat rilis buku

Pilihannya untuk menjadi seorang mualaf pun tidak mudah. Apalagi, kalangan terdekatnya tidak terlalu memberikan dukungan. Nyinyiran pun kerap dialamatkan kepada dirinya.

“Teman-teman aku bilang, 'Kamu mau jadi teroris?' Sempat diomongin yang, 'Halah pakai kerudung paling sebulan dua bulan lepas,' karena saya dulu tiap keluar rumah harus catok rambut, poni badai. Tapi akhirnya setelah melihat ini anak (Rissa) diomongin apa pun, dia tetap mantap,” ujar Larissa.

3 dari 3 halaman

Diam

Larissa Chou
Larissa Chou rilis buku

Mendapat nyinyiran serta tentangan dari keluarga, Rissa memilih untuk diam dan tak melawan. Sebab, sebagai seorang muslimah, dia merasa wajib untuk menunjukkan akhlak seorang muslim.

“Waktu saya dihujat, diomongin, dimarahi, itu saya enggak melawan karena kalau melawan, keluarga akan bilang Larissa masuk Islam jadi anak durhaka. Tapi aku tunjukkan akhlak seorang muslim yang baik,” pungkas Rissa.

Pos terkait