Kurir Logistik Kelompok Ali Kalora Ditangkap

Nasional

Berita / Nasional 9 Views comments

JawaPos.com - Satgas Tinombala terus mengejar Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Mereka berhasil menangkap seorang kurir.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, kurir tersebut merupakan simpatisan pengantar logistik untuk Kelompok Ali Kalora. "Dari Satgas menangkap kurir simpatisan DPO, ini sudah dilakukan penangkapan kurir-kurirnya dan dalam pemeriksaan," ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/2).

Kurir tersebut ditangkap di Parigi Moutong (Parimo). Namun Dedi belum mau mengungkap identitas kurir tersebut. Ia menerangkan, logistik yang dibawa kurir tersebut berupa bahan kebutuhan pokok seperti beras, mi, dan telor.

"(Dibawa pakai) karung, dipikul. Soalnya jalurnya terbatas, karena hutan," jelas Dedi. 

Memang, sejak masa untuk menyerahkan diri habis, Satgas Gabungan Tinombala berusaha memutus jalur logistik di empat titik menuju tempat persembunyian Ali Kalora cs. Aparat secara teknis juga mempersiapkan pendeteksi jalur komunikasi. 

"Pasukan terus melakukan penyisiran dan pengejaran ke titik-titik yang dicurigai menjadi tempat persembunyian Kelompok Ali Kalora Cs di Parigi Moutong, Poso, dan sekitar space Gunung Biru," beber mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu. 

Masyarakat setempat khususnya petani yang memasuki wilayah hutan Pegunungan Biru juga diimbau membawa perbekalan secukupnya. Satgas juga meminta kerja sama pihak keluarga untuk membujuk 14 kelompok teroris MIT yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk menyerahkan diri. 

"Ini akan terus dilakukan oleh Satgas dalam rangka untuk mempersempit ruang gerak Ali Kalora cs," tegas Dedi. 

Sebelumnya, Satgas Tinombala memberi tenggat waktu bagi Ali Kalora cs menyerahkan diri. Batas waktu itu berlaku hingga 29 Januari 2019.

Jika dalam batas waktu itu kelompok tersebut tidak menyerahkan diri, Satgas akan melakukan tindakan tegas. Mereka akan memaksa kelompok tersebut turun dari Gunung Biru dan menyerahkan diri kepada petugas.

Adapun Ali Kalora cs sebelumnya beraksi dengan membunuh dan memutilasi warga di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Senin 31 Desember 2019. Keesokan harinya, mereka menembaki petugas kepolisian yang akan melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban mutilasi.

Dua anggota mengalami luka tembak akibat peristiwa ini. Kontak tembak antara petugas dan kelompok teroris sempat berlangsung sekitar 30 menit. Mereka kemudian melarikan diri ke wilayah pegunungan di perbatasan Kabupaten Parigi Moutong dan Poso. 

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini

Comments