Kuliah di Satu Kampus Dapat Gelar Dalam dan Luar Negeri Sekaligus

Pendidikan

Berita / Pendidikan 61 Views comments

JawaPos.com - Perkembangan revolusi industri four.zero membuat dunia pendidikan menghadapi sejumlah tantangan. Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan berkualitas, tapi juga siap "menaklukkan" perkembangan zaman.

Para lulusan di dalam negeri dituntut bisa bersaing menghadapi para pentolan pendidikan luar negeri. Sebab peluang bisnis atau dunia kerja di period revolusi industri four.zero tidak lagi ada batasnya.

Tantangan tersebut disadari oleh pihak Universitas Esa Unggul. Perguruan tinggi swasta itu menawarkan sejumlah program bagi anak bangsa yang siap menghadapi persaingan international. PTS itu menghadirkan program kelas internasional. Mahasiswa yang berkuliah di tempat tidak bisa mendapatkan dua gelar sekaligus walaupun hanya kuliah di satu kampus.

Direktur Esa Unggul Worldwide Program Fransiskus Adikara mengatakan, saat ini pihaknya menyiapkan three program kelas internasional. Pertama, Joint Diploma. Pada kelas itu mahasiswa dapat mengikuti kuliah 2 tahun di Universitas Esa Unggul dan 2 tahun di Tiongkok.

Kedua Double Diploma (dua gelar). Pada program tersebut mahasiswa mendapatkan gelar sarjana baik dari Universitas Esa Unggul maupun Universitas mitra di Tiongkok.

Ketiga worldwide class. Di program ini mahasiswa bisa mengikuti kuliah di Esa Unggul namun perkuliahan berbasis kelas internasional. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan atmosfer internasional dengan mengikuti pertukaran pelajar, internship di luar negeri, dan kegiatan camp yang diadakan oleh companion universitas di luar negeri. "Intinya kuliah di dalam negeri tapi “rasa” luar negeri,” ujar Frans di sela-sela acara Penandatanganan Kerja sama Abroad Sensible Schooling Base antara Universitas Esa Unggul dengan Nanjing XiaoZhuang College (NXU) di Jakarta, Kamis(14/three).

Kelas internasional yang diselenggarakan Universitas Esa Unggul menggandeng tiga universitas besar di Tiongkok. Yakninya Jiangsu Second Regular College (JSNU), Nanjing XiaoZhuang College (NXU), dan North China Electrical Energy College (NCEPU).

Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma menambahkan, kerja sama pihaknya dengan tiga perguruan tinggi di Tiongkok ini untuk mengharapkan para lulusannya mampu bersaing secara international di tengah pasar bebas saat ini.

“Tak bisa dipungkiri saat ini Tiongkok menguasai pasar dunia. Baik dari segi ekonomi maupun teknologi. Dengan menggandeng Tiongkok diharapkan kami dapat mengambil pelajaran dari kemajuan mereka," ujar dia.

Menurut Arief, kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menghadapi revolusi industri four.zero adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tanpa SDM yang baik, bangsa ini akan sulit mengimbangi kemajuan teknologi. Untuk mempersiapkan SDM yang mampu bersaing secara international, maka dibutuhkan pendidikan yang berkualitas.

Senada dengan itu, Vice President NXU Zhang Bo mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Universitas Esa Unggul. “Kami memilih bekerja sama bahkan mendirikan kantor perwakilan kami di sini," ujar dia.

Menurut Zhang Bo, program kerja sama pendidikan untuk mahasiswa Worldwide Program Esa Unggul ini tak hanya antardua lembaga pendidikan, namun juga antar dua Negara yang tengah saling belajar.

“Kami banyak belajar dari Indonesia mengenai bagaimana melakukan reformasi birokrasi dan Indonesia juga belajar mengenai teknologi. Keduanya bisa saling melengkapi.”

Editor           : Ilham Safutra

Comments