KSPI Sebut Gelombang PHK Besar Terjadi pada 2018

Nasional

Berita / Nasional 17 Views comments

Sementara di Subang, tutupnya PT Hanson Yeol menyebabkan three.100 orang buruh terkena PHK. Sedangkan di Cimahi, PHK terjadi di PT SN yang bergerak di industri garmen mengakibatkan 400 orang buruh kehilangan pekerjaan.

"Selain data-data di atas, masih banyak yang saat ini dalam proses pencatatan. Bisa diketahui, dari tiga pabrik di Purwakarta saja, telah terjadi PHK di PT OFN 1.800 orang, PT Dada Indonesia 1.300 orang, dan PT Injunsun 1.400 orang dengan complete four.500 orang buruh di PHK. Bagaimana mungkin Menaker mengatakan di seluruh hanya three.362 orang buruh di PHK?" kata dia.

Stated juga menyayangkan tidak ada upaya yang sungguh-sungguh untuk menyelesaikan kasus-kasus PHK yang terjadi. Jika hal ini dibiarkan, pada 2019-2020, akan semakin banyak buruh yang di PHK, terlebih revolusi industri four.zero sudah di depan mata.

"Lebih penting yang harus dilakukan adalah membuat regulasi terkait revolusi industri dan bagaimana memproteksi agar tidak terjadi PHK besar-besaran akibat revolusi industri," tegasnya.

Berdasarkan catatan KSPI, sektor industri yang juga akan terancam terjadi PHK meliputi garmen, tekstil, elektronik, otomotif, farmasi, industri baja, semen, dan sebagainya.‎

"Apalagi berdasarkan kajian McKinsey International Institute, sebanyak 52,6 juta lapangan pekerjaan di Indonesia terancam tergantikan otomatisasi," tandas dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Polisi menembakkan fuel air mata ketika ribuan buruh garmen berdemonstrasi menuntut kenaikan upah. Seorang demonstran tewas dan lebih dari 30 lainnya terluka dalam bentrokan dengan polisi.

Comments