Kisah Terenyuh Kakek Asal Tarutung yang Terlantar di Halte

  • Whatsapp

Dailymail.co.id, Medan – Lalat mulai mengerumuni tubuh renta kakek yang terbaring di Halte Tomang Elok, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara. Hanya sebuah terpal yang memisahkan tubuhnya dengan lantai halte tersebut.

Tubuhnya meringkuk, menahan embusan angin ke tubuhnya. Sebuah kardus kecil berisi sejumlah uang tergeletak di sampingnya.

Muat Lebih

Seorang perempuan yang kebetulan lewat di halte itu pada Senin 7 Oktober 2019, berinisial ALK, kemudian mencoba bertanya kepada kakek ini. "Dibilang kakek ini, dia dari Tarutung. Dia ke Medan sama keluarganya, cuma ditinggal di sini sudah beberapa hari ini" kata ALK seperti dilansir dari Antara, Minggu (13/10/2019).

Melihat kondisi kakek bermarga Panggabean itu, ALK berniat membawanya ke rumah sakit. Namun, seorang pria datang menghampiri ALK dan melarangnya untuk membawa kakek tersebut.

"Enggak usah, biar aku yang ngerawat. Orang ku kasih makan enak di sini kok dia," ucap ALK menirukan suara pria tersebut.

Sempat terjadi perdebatan beberapa saat, namun akhirnya pria tersebut membiarkan ALK membawa Panggabean ke Rumah Sakit Advent Medan. Sesampainya di rumah sakit, Panggabean langsung mendapat perawatan.

Saat diperiksa, tubuh kurusnya dipenuhi dengan luka memar di bagian punggung dan kaki.

Bingung lantaran Panggabean ditemukan seorang diri, ALK kemudian mengunggah foto kakek tersebut ke akun Instagramnya dengan niat agar pihak keluarga bisa menemukan.

Kemudian pada Selasa 8 Oktober 2019, petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) Medan mengunjungi Panggabean. "Mereka bilang mau menanggung pengobatan Panggabean," ujar ALK. Sorenya, Panggabean dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan.

Ketika dirawat, kondisi kakek Panggabean memilukan. Sabtu 12 Oktober 2019, dia terbaring lemah di atas tempat tidur. Sesekali tubuhnya kejang disusul dengan embusan nafas panjang.

"Sering kejang-kejang seperti ini, karena kondisi tubunya demam," ujar ALK.

RS Minta Kakek Panggabean Dibawa Pulang

Ilustrasi Kemiskinan. (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Perempuan 25 tahun itu menuturkan, pihak rumah sakit mengatakan kakek Panggabean sudah bisa dibawa pulang Sabtu kemarin.

"Kata pihak rumah sakit kakek ini sudah bisa pulang, padahal waktu dicek suhu tubuhnya tinggi sampai 38 derajat. Tubuhnya pun masih lemas, dari hasil rontgen, diketahui ada masalah pada tulang belakangnya," ungkap ALK.

Mendengar kabar tentang kakek Panggabean yang terlantar, Kepolisian Daerah Sumatera Utara pun turun tangan. Polisi bergegas membawa kakek Panggabean ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan.

"Sesuai dengan atensi Pak Kapolda dan Pak Wakapolda, kita akan berikan pelayanan kesehatan yang terbaik. Kita akan rawat pasien sampai sehat," kata Kepala Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumut Medan, Kombes A Ginting di Medan, Sabtu malam.

Pos terkait