Ketua Champion Bawang Merah: Petani Brebes Gak Cengeng

Nasional

Berita / Nasional 13 Views comments

JawaPos.com - Kabupaten Brebes dikenal sebagai sentra terbesar bawang merah di Indonesia. Brebes memberikan andil hingga 30 persen dari complete produksi nasional yang mencapai 1,four juta ton lebih.

Petani Brebes sangat terkenal ulet dan sangat "minded" dengan bawang merah. Keuletan dan ketangguhan petani Brebes telah diakui banyak pihak. Dalam kondisi apapun, mereka tetap menanam bawang merah sebagai penopang ekonomi rumah tangganya. Boleh dibilang, Bawang Merah telah mandarah daging sebagai komoditas andalan petani Brebes.

Terkait pemberitaan seorang petani bernama Subhan yang sampai menangis karena mengeluhkan harga bawang merah, Ketua Champion Bawang Merah Indonesia, H Juwari menyatakan tidak sependapat.

"Subhan itu memang petani, saya tahu sendiri dia petani tulen dia juga menanam bawang walaupun tidak banyak. Menurut saya beda dengan yang disampaikan Subhan. Petani bawang merah Brebes itu tangguh dan tidak cengeng. Yang penting lagi, jangan dipolitisir", tegas Juwari.

Menurut Juwari, kalaupun harga sekarang tertekan, itu hanya akan berlangsung sebentar saja. Yang perlu dilakukan adalah mendorong pedagang besar untuk membeli hasil petani, kemudian disimpan untuk dikeluarkan saat bulan Maret-April nanti.

"Petani juga bisa pergunakan gudang penyimpanan bawang, keluarkan sedikit-sedikit”, saran Juwari.

Dia mengatakan bahwa kerja sama dengan industri pengolahan juga perlu ditingkatkan. "Saya juga mohon Bulog dan Kemendag dapat membantu menyerap bawang merah petani dan menyimpannya di CAS (managed environment storage)", katanya.

“Semua pihak harus bergerak sama-sama," pungkas Juwari.

Sementara Sekjen Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Ikhwan mengatakan luas panen bulan Januari–Februari di Kabupaten Brebes mencapai 9 ribu hektar. Diakuinya, luas panen yang begitu besar turut menekan harga di tingkat petani.

“Beberapa daerah panen bareng di bulan Februari. Jadi wajar jika harga tertekan”, ujarnya.

Meski sempat tertekan, harga di tingkat petani Brebes saat ini berangsur naik dari Rp eight ribu per kilogram menjadi Rp 10 ribu. Sementara harga di Pasar Induk Kramat Jati Rp 13 ribu per kilogram.

"Kami yakin harga akan terus membaik, karena development nya sudah kelihatan beberapa hari terakhir. Kedepan kami ingin sosialisasi lebih gencar terkait penggunaan TSS untuk efisiensi biaya produksi," pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta

Comments