Keren, Alat Pendeteksi Longsor Canggih tapi Murah dari Banjarnegara

Nasional

Berita / Nasional 66 Views comments

Liputan6.com, Banjarnegara - Banjarnagera, Jawa Tengah merupakan kabupaten dengan tingkat kerawanan longsor yang sangat tinggi. Berada di lereng pegunungan Dieng, 60 persen wilayahnya terdiri dari perbukitan dan pegunungan.

Permukiman bertebaran di lereng atau berada di kaki bukit curam. Bencana longsor berskala besar dan kecil pun datang datang silih berganti.

Dibutuhkan sebuah alat deteksi dini longsor yang bisa diakses secara massal di titik-titik yang dianggap rawan. Musababnya, meski bisa dipelajari, kapan waktu pasti longsor tak bisa diprediksi secara tepat.

Sebenarnya, masyarakat pun memiliki kearifan lokal untuk deteksi dini bencana longsor. Contohnya, dengan melihat pertanda munculnya retakan tanah, atau pohon yang telah miring atau bergeser dari tempatnya.

Tetapi, warga mesti secara rutin menyempatkan diri menuju lokasi rawan longsor untuk mengamati gejala-gejala ini. Padahal, kesadaran maupun pengetahuan masyarakat masih minim.

Riwayat longsor di Banjarnegara sungguh tragis. Pada 2014 lalu misalnya, 100-an warga Dusun Jemblung Desa Sampang Kecamatan Karangkobar tertimbun longsor. Bencana tanah longsor skala besar juga pernah juga terjadi pada 2006, saat Desa Sijeruk tersapu longsoran.

Lebih dari 90 orang tertimbun longsoran. Bencana itu terjadi kala Bukit Pawinihian longsor dan menyapu Dusun Gunung Raja, Sijeruk, Banjarmangu.

Bencana skala besar juga berlanjut pada 2016, saat tujuh warga Desa Gumelem dan Wanarata, Kecamatan Susukan, Banjarnegara menjadi korban tanah longsor. Hingga kini, bencana longsor kerap terjadi dengan skala besar, meski tak banyak menelan korban jiwa.

Bencana longsor bertubi-tubi itu lah yang lantas membuat guru fisika di SMK N 2 Bawang Banjarnegara, Wasis Sucipto, mengembangkan teknologi berupa alat peringatan dini longsor atau Early Warning System (EWS) yang canggih namun berbiaya murah.

Comments