Kenali 8 Alasan Kenapa Badan Lemas Pas Bangun Sahur

Halo Dokter

Kesehatan / Halo Dokter 22 Views comments

Tiap kali bangun tidur, memang kita butuh waktu agar nyawa terkumpul lebih dulu, hanya saja bila saat bangun sahur malah badan terasa sangat lemas dan aksi ‘mengumpulkan nyawa’ terlalu lama itu tandanya ada beberapa hal yang terjadi pada tubuh. Pahami apa saja alasan dibalik lemasnya badan ketika harus bangun pagi untuk sahur.

  1. Buka dan Sahur dengan Menu Minuman Soda dan Makanan Cepat Saji

Menu sahur dan buka puasa yang meliputi makanan digoreng, makanan cepat saji belum lagi ditambah minuman bersoda adalah asupan yang memang nikmat. Tapi banyak yang tak sadar, makanan-makanan tersebutlah yang justru membuat tubuh mudah lemas.

Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi daging segar tanpa lemak, buah, dan sayuran selama bulan puasa. Tak masalah jika ingin makan makanan cepat saji, tapi hindari asupan terlalu banyak dan minum minuman bersoda terlalu sering. Pastikan gizi yang diterima tubuh berimbang supaya tubuh tetap segar dan bugar.

  1. Tak Bisa Jauh dari Gadget

Tiap bangun sahur rasanya malas karena badan terlalu lemas? Mungkin sebabnya adalah kebiasaan major gadget berlama-lama sebelum tidur tiap malamnya. Gadget memiliki teknologi emisi sinar biru di mana inilah yang membuat hormon melatonin (hormon rileks dan bikin ngantuk) produksinya terhambat sehingga kondisi tubuh saat bangun keesokan harinya jadi kurang bugar.

  1. Aktivitas Fisik Terlalu Berat

Selama bulan puasa, olahraga memang tak dilarang karena memang dapat menjadikan tubuh makin bugar. Namun bila efeknya malah jadi sebaliknya, kemungkinan olahraga yang Anda pilih dan lakukan terlalu berat. Kurang olahraga bikin badan lemas, tapi olahraga terlalu berat juga berdampak sama karena kualitas tidur terganggu akibat peningkatan adrenalin; jadi pilihlah aktivitas fisik yang ringan-ringan saja ya.

  1. Sleep Apnea

Sleep apnea atau kondisi ketika seseorang mengalami henti napas saat tidur bisa saja malah mengganggu kualitas tidur. Orang dengan sleep apnea biasanya ditandai dengan mendengkur karena saluran napas mengalami penyempitan. Hal ini kerap dihubungkan dengan masalah jenis-jenis penyakit jantung atau berat badan berlebih/obesitas.

  1. Anemia

Lemas saat bangun sahur dapat terjadi ketika Anda memiliki kondisi anemia alias kurang darah. Jika Anda ragu apakah kondisi lemasnya tubuh disebabkan oleh anemia, segera periksa darah dan atasi dengan mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung zat besi tinggi. Selama berbuka puasa dan sahur, asupkah sayuran hijau dan daging ya.

  1. Bruxism

Kualitas tidur lagi-lagi bisa jadi terganggu sehingga hal ini menjadi sebab tubuh lemas ketika bangun sahur. Bruxism atau kondisi mengeretakkan gigi (gigi beradu) sewaktu sedang tidur tanpa sadar menurut banyak ahli mampu membuat seseorang sakit kepala setelah bangun dan ditambah juga rahang yang nyeri.

  1. Gangguan Tiroid

Lemas dan lelahnya tubuh walau sudah tidur semalaman bisa jadi karena adanya gangguan pada kelenjar tiroid. Tubuh yang alami kekurangan atau kelebihan hormon tiroid akan menyebabkan tubuh mudah lemas dan cepat lelah. Pemeriksaan darah dapat menjadi langkah tepat supaya bisa mengatasinya segera.

  1. Efek Kafein

Tiap sahur dan buka puasa selalu minum minuman berkafein tinggi, apalagi setiap sebelum tidur? Jangan heran kalau kemudian esok paginya sulit untuk bangun saking badan lemas. Kondisi tubuh yang tak segar bisa jadi adalah efek dari kafein yang diasup sebelum tidur lho.

Gangguan tidur paling mudah terjadi karena asupan kafein yang masuk ke dalam tubuh 6 jam atau kurang sebelum tidur menurut hasil penelitian pada jurnal Medical Sleep Drugs. Oleh sebab itu, minum kopi boleh-boleh saja asalkan Anda bisa memberi jarak waktu yang cukup alam supaya ada proses metabolisme kafein oleh tubuh yang berjalan lebih baik.

Lemas saat bangun hendak sahur dapat disebabkan oleh sejumlah faktor tersebut. Jadi jika Anda sudah tahu apa alasannya, segera atasi supaya tubuh kembali segar dan bugar serta lebih bersemangat saat menjalani ibadah puasa.

Comments