Kementerian PUPR Beri Sertifikasi Konstruksi Prajurit TNI AD

Nasional

Berita / Nasional 43 Views comments

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan sertifikasi kompetensi di bidang konstruksi kepada para prajurit Zeni TNI AD. Hal ini dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur oleh para anggota TNI, khususnya di wilayah perbatasan dan rawan konflik.

"Kami menyadari bahwa pembangunan Infrastruktur memerlukan kerjasama dari semua pihak, termasuk militer. Dan hal ini sudah terbukti dimana tidak sedikit proyek Infrastruktur terutama di daerah rawan yang mendapat penjagaan militer bahkan mereka pun terjun langsung di dalamnya. Untuk itu kini saatnya TNI AD pun mendapat sertifikasi kompetensi tenaga kerja," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Dia menyadari jika pembangunan Infrastruktur memerlukan kerja sama dari semua pihak, termasuk militer. Hal ini sudah terbukti dimana tidak sedikit proyek infrastruktur, terutama di daerah rawan, yang mendapat penjagaan militer, bahkan mereka pun terjun langsung dalam pelaksanaan konstruksi.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada Zeni TNI AD yang turut menjalankan peraturan Undang-Undang No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang menyebutkan bahwa setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja pada pembangunan konstruksi harus memiliki kompetensi dan kualitas yang terjamin melalui sertifikat. Untuk itu kini saatnya TNI AD pun mendapat sertifikasi kompetensi tenaga kerja," tutur dia.

Dia menambahkan, selama ini keterlibatan TNI di bidang infrastruktur tidak hanya jalan dan jembatan saja seperti Jalan Trans Wamena-Mumugu, Jalan Pararel Perbatasan Kalimantan dan Papua, akan tetapi juga terlibat dalam pembangunan infrastruktur pascabencana seperti di Pidie Aceh, Garut Jawa Barat, Lombok NTB, Palu Sulawesi tengah, serta erupsi Gunung Sinabung.

"Untuk itu ke depannya kalau diijinkan, para prajurit yang sudah disertifikasi ini bisa dilibatkan dalam proyek pembangunan Bendungan agar memperoleh pengalaman," dia menambahkan.

Comments