Kemenkes Tegaskan Penyehat Tradisional dan Obat Herbal Dilarang Beriklan

Nasional

Berita / Nasional 12 Views comments

Ina sendiri menyatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan pihak biro komunikasi, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), KPI Daerah, hingga Lembaga Sensor untuk mengawasi iklan-iklan terkait pelayanan kesehatan di media. Hal ini agar nantinya masyarakat tidak tersesat dengan apa yang ditawarkan di iklan tersebut.

"Kalau penyehat tradisional tidak boleh beriklan, digembar-gemborkan itu tidak boleh, tetapi, dia boleh memasang plang di depannya (tempat praktik), tapi tidak boleh woro-woro di media," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati menambahkan.

"Kami mendatangi sebatas menegur," imbuhnya.

Widyawati menambahkan, penyehat tradisional juga sebaiknya mendapat pendampingan dari Dinas Kesehatan. Hal tersebut agar mereka bisa berjalan bersama dengan pengobatan yang dilakukan oleh para dokter.

"Yang ingin saya sampaikan, natural, tradisional, atau ramuan obat tradisional trendy ini sebagai pencegahan untuk tidak sakit. Kita saat ini ada PIS-PK dan segala macam, kita bisa lho mengintervensi (dengan) ramuan di indikator PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga). Contohnya untuk meningkatkan ASI bisa lho dengan daun katuk, contohnya seperti itu. Tidak perlu pakai obat," kata Ina.

Comments