JK: Indonesia Belum Sepenuhnya Revolusi Industri 4.0

Nasional

Berita / Nasional 52 Views comments

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia belum sepenuhnya menerapkan Revolusi Industri 4.0 karena masih ada industri yang menggunakan teknologi revolusi pertama, kedua, dan ketiga.

"Dalam praktiknya, kita ini masih ada bagian yang masih di Revolusi Industri Pertama, Kedua, dan Ketiga. Semua orang bermimpi untuk four.zero, padahal masih ada yang pertama, masih ada petani kita yang menggunakan cangkul," kata Wapres Jusuf Kalla, saat menghadiri penutupan Silaknas dan Milad ke-28 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), di Bandarlampung, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (eight/12/2018).

Menurut JK, memasuki period revolusi industri keempat bukan berarti Indonesia telah selesai dengan perkembangan industri sebelumnya.

Wapres menyatakan, pada beberapa bidang industri di Tanah Air masih menerapkan teknologi lama, seperti penggunaan mesin uap, pengerjaan manufaktur dengan listrik dan komputerisasi.

"Kita ini seakan-akan dunia akan dikuasai four.zero, kita masih pertama ada, banyak industri yang serupa dengan bengkel. Revolusi ketiga dengan ditemukannya komputer, kita masih banyak orang tidak menguasai itu," ujar JK lagi.

Revolusi industri yang terus meningkat seiring perkembangan zaman, lanjut JK, memang menjadi sebuah keniscayaan bagi sebuah negara untuk mengembangkan perekonomiannya di bidang industri.

Namun, perkembangan revolusi industri tersebut tidak semuanya cocok untuk diterapkan di sebuah negara.

JK mencontohkan, Revolusi Industri 4.0 cocok diterapkan di Jepang karena negara dengan penduduk yang semakin sedikit pasti memerlukan kerja robotic dan otomasi dalam memajukan perindustriannya.

"Memang di negara-negara yang penduduknya kurang, menurun, cenderung menjadi tua, kayak di Jepang, itu menjadi keharusan, karena tanpa robotisasi dia tidak bisa berfungsi lagi," kata JK.

Bahkan Negeri Sakura tersebut sedang mempersiapkan masyarakatnya untuk menyambut Revolusi Industri 5.zero pada tahun 2025 mendatang.

"Saya tidak tahu nanti apa yang kelima, tentu di atasnya robotisasi dan otomatisasi. Mereka, Jepang, sudah mempersiapkan masyarakatnya menerima itu," kata JK pula.

Comments