Jelang Indonesia Emas 2045, Kaum Milenial Diminta Berantas Hoax

Nasional

Berita / Nasional 66 Views comments

JawaPos.com - Berita bohong alias hoax masih sering terjadi. Hal itu pun menyulut perhatian Kepolisian Republik Indonesia, karena dapat menimbulkan kegaduhan.

Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto menyampaikan, agar masyarakat tidak mudah untuk membuat atau menyebarkan hoax. Karena hoax adalah suatu perbuatan yang berujung pidana.

"Hoax itu pembuat berniat nggak baik, niatnya jahat. Nggak ada hoax yang niat baik. Hoax itu bohong sesuatu nggak baik dan dilarang agama," ujarnya di Plaza Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (17/three).

Jelang Indonesia Emas 2045, Kaum Milenial Diminta Berantas Hoax
Menuju Indonesia Emas 2045 (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)

Karenanya hoax harus diberantas. Untuk memberangusnya, perlu kerja sama antar seluruh elemen masyarakat. Terkhusus kaum milenial sebagai generasi penerus bangsa.

Seperti zaman kemerdekaan dulu, pemuda lah yang menggerakkannya. "Saya sebagai orang tua berharap kepada anak-anakku, generasi muda lanjutkan perjuangan ini," tegas Ari Dono.

Terlebih, generasi muda alias kaum milenial menentukan terjadinya Indonesia Emas 2045. Di tahun itu, Indonesia selayaknya terbebas dari hoax.

Adapun pada tahun 2045, Republik Indonesia telah mencapai usia 100 tahun atau 1 abad sejak kemerdekaan yang diproklamirkan oleh Soekarno.

Generasi Emas tahun 2045 akan menghadapi tantangan pembangunan yang semakin berat. Oleh sebab itu, setiap generasi muda Indonesia mau tidak mau turut berpartisipasi dalam setiap tahapan dari perencanaan pembangunan yang ada. Bentuk keterlibatannya dapat berbagai macam dan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing. 

Kata Ari Dono, dengan kesadaran yang tinggi tentang bahaya hoax, generasi muda bangsa punya andil dalam menjaga kedaulatan NKRI. Terlebih saat ini, seolah-olah hoax dibuat menjadi benar, baru di tengah-tengahnya disisipkan untuk melakukan kejahatan.

"Jadi baca dulu, setelah dibaca baru kita nilai informasi ini manfaat nggak. Ada manfaatnya nggak kalau diteruskan ke orang lain," pungkas jenderal bintang tiga itu.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini

Comments