Jejak Penusuk Wiranto, dari Medan Hingga ke Menes

  • Whatsapp

Jejak Penusuk Wiranto, dari Medan Hingga ke MenesAbu Rara saat ditangkap polisi usai menusuk Wiranto. (Dok. Polsek Pandeglang)Jakarta – Yusep Sugiharto langsung mengepalkan tangannya saat melihat Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, pria penusuk Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di markas Polsek Menes, Pandeglang, Banten. "Kamu kenal tidak sama saya?" ujar Yusep setengah berteriak pada Abu Rara.
Abu Rara hanya menjawab singkat, "Nggak". Mendapat jawaban itu, emosi Yusep sontak meluap. Dia merangsek maju ingin memukul Abu Rara. Namun beberapa polisi yang menjaga ketat Abu Rara langsung menghadang. "Akhirnya saya bilang, kamu sudah mempermalukan saya," ujar Yusep menceritakan kisahnya bertemu Abu Rara pada Dailymail.co.id.
Terang saja kekesalan Yusep memuncak. Dia adalah pemilik kontrakan yang dihuni Abu Rara di Kampung Sawah, RT 02, RW 01, Desa Menes, Kecamatan Menes. Ulah Abu Rara yang menusuk Wiranto, di alun-alun Menes, Kamis (10/10/2019) tengah hari itu, bikin Yusep harus bolak-balik ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Saat ditemui Dailymail.co.id, Kamis malam, 10 Oktober 2019, Yusep menjelaskan, Abu Rara masuk ke wilayah Menes sejak Februari 2019 lalu. Abu Rara disebutnya diajak oleh seorang pria bernama Syamsuddin. Syamsuddin sebelumnya juga sudah menyewa salah satu kontrakan milik Yusep.
Ceritanya Syamsuddin memesan satu kontrakan lagi untuk Abu Rara di pertengahan Februari 2019. "Ieu bade aya nu ngontrak rencangan abdi. Tapi jalmina can dongkap. Kumaha mun kuncina heula (Ini ada yang mau ngontrak teman saya. Tapi orangnya belum datang. Bagaimana kalau saya minta kuncinya dahulu)," ujar Yusep menirukan ucapan Syamsudin yang datang ke rumahnya sekitar pukul delapan malam.
Karena kontrakan yang lokasinya persis bersebelahan dengan kamar Syamsudin memang kebetulan sedang tak berpenghuni, Yusep pun mengiyakan. Apalagi saat itu Syamsudin yang punya ciri berambut gondrong langsung menyodorkan uang sewa kontrakan selama satu bulan sebesar Rp 350 ribu.
Sebelum tinggal di Menes, Pandeglang, Abu Rara tinggal di Kota Medan, Sumatera Utara. Berdasarkan kartu keluarga yang tersimpan di rumah Usep, kediaman Abu Rara di Jalan Alfaka VI, No. 104. LK V, Tanjung Mulia Ilir, Kota Medan. Namun sejak 2016, dia diketahui pindah karena rumahnya terkena proyek tol.
"Pelaku sejak tahun 2016 sudah tidak tinggal di Medan lagi," ujar Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis saat dikonfirmasi Dailymail.co.id, Kamis (10/10), secara terpisah. Menurut keterangan Rismawati, kakak ipar Abu Rara yang sempat diperiksa polisi, saat meninggalkan Medan tidak ada barang yang dibawa.
Selepas dari Medan, berdasarkan keterangan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Abu Rara hijrah ke Kediri. Setelah itu dia pindah lagi ke wilayah Bogor, Jawa Barat sebelum akhirnya ke Kampung Sawah, Menes, Pandeglang, Banten.
"Pelaku berasal dari kelompok jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) wilayah Bekasi. Kita sudah pantau khusus pelaku ini tiga bulan yang lalu kan pindah dari Kediri ke Bogor, kemudian dari Bogor pindah ke Menes," ungkap Budi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Jejak Penusuk Wiranto, dari Medan Hingga ke MenesRumah yang dikontrak Abu Rara di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Pandeglang. (Bahtiar Rivai/Dailymail.co.id)

Budi juga menyebut nama Abu Syamsuddin yang disebut anggota JAD. Sosoknya ternyata merupakan orang yang membawa Abu Rara ke kontrakan milik Yusep. Selama tinggal di Menes, Abu Rara diketahui jarang bermasyarakat. Begitu pula dengan istrinya yang sehari-hari mengenakan cadar. Hanya anaknya yang berusia belasan tahun yang suka bermain dengan teman sebaya di sekitar kontrakan.
"Anaknya terlihat cerdas dan pandai mengaji. Dia sempat ngaji di rumah Pak Mulyono selama sebulan. Tapi entah kenapa orang tuanya kemudian melarangnya (mengaji). Sekolah pun tidak boleh sama orang tuanya," terang Yusep sang pemilik kontrakan.
Meski sudah berbulan-bulan ngontrak di rumah petakan miliknya, namun Yusep mengaku belum pernah bertatap muka atau berbincang dengan Abu Rara. Sebab yang sehari-hari mengurus kontrakan termasuk menagih uang kontrakan kepada seluruh penghuni Yusep selalu mengutus anak buahnya yang bernama Ade. Yusep sendiri baru melihat wajah Abu Rara saat di Polsek Menes.
Sementara menurut keterangan Ela Raudhotul Janah tetangga pelaku, saat datang ke kontrakan milik Yusep, Abu Rara hanya datang bersama anaknya. Beberapa bulan berselang diabaru membawa istrinya, Fitri Andriayana, yang ikut dalam aksi penusukan di alun-alun Menes.
Kabar yang didapat warga, Fitri merupakan istri kedua Abu Rara. Keduanya menikah di Bekasi dan kemudian tinggal bersama di Menes. Sebelum menikahi Fitri, Abu Rara sempat menikah dengan Qadriya Rayyan Nisa dan memiliki dua orang anak. Namun akhirnya keduanya bercerai.
"Pelaku setelah cerai membawa anaknya yang paling tua. Sedangkan istri pertamanya membawa anak yang kecil," ujar Ela.

Muat Lebih

Jejak Penusuk Wiranto, dari Medan Hingga ke MenesFoto: Rumah kakak ipar Abu Rara di Medan (Budi-detik)

Sejak tinggal di Kampung Sawah, pasangan suami istri tersebut sering mendekam di dalam kamar. Mereka hanya berinteraksi dengan warga ketika ada warga yang beli pulsa. Kebetulan pasangan ini menjual pulsa seluler di kontrakannya.
Istri Abu Rara juga diketahui lebih sering membeli makanan di warung dibanding memasak. "Si istrinya itu nggak pernah masak jadi dia selalu beli (masakan) matang. Nah keluar untuk keperluan itu saja," kata Ela.
Namun ada yang berbeda dari sikap pasangan suami istri tersebut di hari kedatangan Wiranto ke alun-alun Menes. Sebab Abu Rara dan Fitri yang biasanya acuh terhadap kondisi sekitar terlihat antusias untuk melihat kedatangan Wiranto.
"Saya heran juga si Abi (Abu Rara) sama istrinya kok tertarik lihat Pak Wiranto. Mereka jalan ke alun-alun bareng sama warga di sini. Eh nggak tahunya dia melakukan itu (menusuk Wiranto)," timpal Yudi warga Kampung Sawah lainnya.
Warga Kampung Sawah, Menes, mengetahui kabar kedatangan Wiranto ke daerah mereka, Rabu, 9 Oktober 2019, saat ada helikopter mendarat di lapangan alun-alun Menes. Dari situ warga tahu jika Kamis, 10 Oktober 2019, Wiranto akan datang ke Menes untuk menghadiri peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla'ul Anwar, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari alun-alun Menes.
(pal/dnu)

Pos terkait