Jejak-Jejak Aman Abdurrahman dalam Teror di Indonesia

Koran Online

Daily News / Koran Online 30 Views comments

Dua terduga teroris menyerang Mapolda Sumatera Utara pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Akibat penyerangan tersebut, satu anggota polisi bernama Aiptu Martua Sigalingging meninggal karena mendapat luka tusukan.

"Tadi pagi, dua orang melompat pagar kemudian menyerang satu petugas di pos jaga yang kebetulan kemungkinan besar sebagian besar sedang tidur," ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Istana Kepresidenan, Minggu (25/6/2017).

Mereka lalu menyerang Martua Sigalingging yang sedang berada di Pos II Mapolda Sumut. Kemudian ada polisi lain yang melihat kejadian dan hendak diserang. "Kemudian dia berbalik badan, lari karena dia tidak bawa senjata sambil berteriak," kata Tito.

Anggota Brimob yang berada di pos yang tidak jauh mendengar teriakan dan kemudian mengambil tindakan dengan menembak dua terduga teroris tersebut.

"Satu orang meninggal, satu orangnya lagi terluka, tapi masih hidup. Sekarang kita lagi kembangkan," ucap Tito.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting menerangkan, dua anggota piket atas nama Aiptu Martua Sigalingging dan Brigadir E Ginting, ketika berada di Pos II Mapolda Sumut secara tiba tiba diserang dua orang pelaku.

Waktu itu terjadi perkelahian yang mengakibatkan Aiptu Martua Sigalingging, personel Yanma Polda Sumut tertusuk pisau hingga meninggal dunia. Pelaku juga mencoba membakar ruangan pos. Anggota jaga atas nama Brigadir E Ginting kemudian meminta bantuan dengan berteriak kepada personil Brimob yang bertugas.

"Aiptu M Sigalingging meninggal dengan luka tusuk di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri yang diduga karena terjadi perkelahian dan perlawanan," kata Rina Sari Ginting saat dikonfirmasi.

Selanjutnya, Brimob dari penjagaan pos I, di pintu masuk Mapolda, memberikan bantuan dan memberikan tembakan peringatan. Namun pelaku masih juga mencoba menyerang dengan mengucapkan takbir beberapa kali.

Kemudian anggota Brimob atas nama Brigadir Novendri Sinaga, Bharatu Lomo Simanjuntak, dan Brigadir Karo Sekali menembak kedua pelaku.

"Kita masih melakukan olah TKP. Nanti perkembangannya akan kita informasikan ke teman-teman. Identitas pelaku sudah diketahui dan sedang dilakukan pendalaman serta pengembangan. Diduga pelaku berafiliasi dengan ISIS," sebut Rina.

Atas rentetan teror itu, Aman membantah terlibat, apalagi mengotaki, teror-teror dengan motif mendirikan negara Islam tersebut. "Saya tak tahu-menahu," ucapnya dengan dalih kala itu dia di dalam penjara.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Pemakaman tersangka penyerangan polisi di Mapolda Sumut hanya dihadiri orangtua dan beberapa kerabat.

Comments