Indonesia Mampu Kembangkan Jaringan Komunikasi Mandiri

  • Whatsapp

Dailymail.co.id, Jakarta – Pengusaha menyambut baik dukungan pemerintah terhadap pengembangan teknologi di Indonesia. Dukungan ini salah satunya ditunjukkan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pameran Electric & Power Indonesia yang berkolaborasi dengan Conference Federation Engineering Organization atau CAFEO di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengunjungi booth PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff) yang memperkenalkan teknologi Jaringan Aman Mandiri (JAM) hasil inovasi anak bangsa. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyaksikan kecanggihan teknologi telekomunikasi Jaringan Aman Mandiri yang dirancang khusus untuk telekomunikasi para penyelenggara negara.

Muat Lebih

Presiden Direktur PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff), Budi Permana menjelaskan kepada Presiden Jokowi mengenai teknologi Jaringan Aman Mandiri yang dikembangkan untuk keperluan telekomunikasi khusus yang aman dan anti sadap.

Dengan menggunakan jaringan telekomunikasi khusus, maka tingkat keamanan komunikasi antar penyelenggara negara bisa dijamin, karena teknologinya baik hardware maupun software dan brainware dikembangkan sendiri oleh industri dalam negeri.

“Jaringan Aman Mandiri sudah digunakan,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Teknologi JAM saat ini diimplementasikan dalam kendaraan tempur TNI AD, diantaranya di Panser Anoa dan Tank Leopard. Jaringan aman mandiri yang digunakan militer diintegrasikan dalam system manajemen tempur atau Battlefield Management System (BMS) yang juga merupakan produk dalam negeri buatan PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff).

BMS memiliki fitur antara lain menghindari salah sasaran (friendly fire) dan mengetahui secara tepat posisi ranpur di lapangan. Dengan menggunakan telekomunikasi khusus (dalam hal ini mengaplikasikan JAM), setiap perintah dari pusat komando tempur dengan satuan tempur yang dilapangan akan terintegrasi dan tidak bisa disadap.

Fitur BMS

Salah satu site BTS untuk jaringan telekomunikasi USO di Desa Purui, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Foto: XL Axiata)

Sementara itu, Asdep Koordinasi Telekomunikasi dan Informasi Kemenko Polhukam Marsma TNI Dr. Sigit Priyono mengatakan, Indonesia saat ini sangat membutuhkan kehadiran jaringan telekomunikasi khusus yang berbeda dengan jaringan publik.

Jaringan khusus ini akan menjadi efektif dan efisien jika tidak hanya digunakan oleh TNI namun juga digunakan oleh seluruh unsur pemerintahan dalam melayani rakyat dan menjalankan sistem administrasi pemerintahan yang berbasis elektronik (SPBE) sebagaimana yangbtertuang dalam Perpres 95 tahun 2018.

“Jaringan ini khusus untuk telekomunikasi antara penyelenggara negara” jelasnya

“Seperti hal-nya kasus Papua, kalau sudah memiliki jaringan telekomunikasi khusus, jika terjadi black out terhadap layanan internet, maka telekomunikasi dan jaringan pemerintah tetap berjalan,” lanjut dia.

Mengingat pentingnya penggunaan jaringan telekomunikasi khusus ini, Hariff sebagai pengembang teknologi Jaringan Aman Mandiri mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesa ( PII) yang bersamaan dengan konferensi Federasi Insinyur se-ASEAN (CAFEO 2019) di JIExpo, Kemayoran pada 11-14 September 2019 menampilkan inovasinya dalam bidang telekomunikasi yang dirancang dan dikembangkan oleh insinyur-insinyur dalam negeri.

Reporter: Chrismonica

Dailymail.co.id | Daily Mail Online:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan