Hipertensi Pulmonal Itu Apa, Sih? Apakah Saya Berisiko?

Halo Dokter

Kesehatan / Halo Dokter 1163 Views comments

Pulmonary arterial hypertension, atau lebih sering disebut sebagai hipertensi pulmonal adalah kondisi yang terjadi ketika arteri di paru-paru menyempit, dan sisi kanan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru. Hal ini menyebabkan tekanan darah tinggi pada arteri, yang disebut arteri pulmonalis.

Seiring waktu, jantung terus bekerja keras sehingga akan menimbulkan kelemahan otot dan gagal jantung. Meskipun hipertensi arteri pulmonal tidak dapat disembuhkan, kondisi ini bisa dikendalikan dengan obat dan perubahan gaya hidup. 

Jenis-jenis hipertensi pulmonal

Hipertensi pulmonal adalah penyempitan arteri paru-paru yang terbagi jadi dua jenis, yaitu hipertensi arteri pulmonal idiopatik (idiopathic pulmonary arterial hypertension) dan hipertensi arteri pulmonal sekunder (secondary pulmonary arterial hypertension). Kedua jenis ini sangat langka.

Pada hipertensi arteri pulmonal idiopatik, tidak ada penyebab yang diketahui untuk kondisi tersebut. Tampaknya kondisi ini berkembang dengan sendirinya, meskipun kadang-kadang diturunkan secara genetik. Pada hipertensi arteri pulmonal sekunder, kondisinya muncul karena beberapa masalah kesehatan yang sudah dimiliki seseorang (sebagai komplikasi penyakit).

Apa saja gejala hipertensi arteri pulmonal?

Sebagian besar tanda-tanda dan gejala hipertensi pulmonal mirip dengan masalah jantung dan paru-paru lainnya.  Gejala-gejalanya termasuk:

  • Sesak napas
  • Pusing atau pingsan 
  • Jantung berdebar-debat
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Pembengkakan perut atau lengan, kaki, dan pergelangan kaki
  • Kulit membiru, terutama pada ujung jari

Apa saja faktor risiko hipertensi pulmonal?

Hipertensi pulmonal adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja. Ada sejumlah faktor risiko yang dapat membuat seseorang lebih rentan terkena kondisi ini serta masalah jantung atau paru-paru lainnya, yaitu:

1. Umur dan jenis kelamin

Meski hipertensi pulmonal adalah kondisi yang dapat menyerang pada usia berapa pun, kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa. Sedangkan terkait jenis kelamin, hipertensi arteri pulmonal idiopatik dua kali lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Perempuan muda di usia subur juga lebih mungkin terkena hipertensi pulmonal.

2. Riwayat keluarga

Seperti disebutkan sebelumnya, hipertensi arteri pulmonal idiopatik terjadi tanpa penyebab yang jelas. Dalam beberapa kasus, riwayat keluarga tampaknya berpengaruh dan hasil tes akan menunjukkan gen penandanya.

Namun, tidak semua penderita hipertensi arteri pulmonal idiopatik memiliki gen penanda ini ini, dan beberapa pasien bahkan tak memilki riwayat keluarga terhadap penyakit jantung dan paru lainnya.

three. Kondisi kesehatan lainya

Kondisi kesehatan lain yang merupakan faktor risiko dari hipertensi pulmonal adalah:

  • Obesitas dan sleep apnea dapat mengurangi kadar oksigen dalam tubuh. Akibatnya, jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru.
  • Anda mengidap infeksi HIV.
  • Anda mengalami masalah paru-paru, termasuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan penyakit sisi kiri jantung.
  • Anda pernah punya riwayat pembekuan darah di arteri paru.
  • Anda memiliki penyakit hati.
  • Anda mengidap lupus dan penyakit lain dari jaringan ikat.
  • Anda sedang hamil dan ini berbahaya karena bisa deadly akibatnya.

4. Penggunaan obat-obatan

Obat-obatan seperti methamphetamine dan kokain, serta obat-obatan eating regimen seperti fen-phen telah terbukti menyebabkan hipertensi pulmonal. Kadang, kondisi tidak muncul sampai bertahun-tahun setelah Anda berhenti menggunakan obat-obatan tersebut.

5. Tinggal di dataran tinggi

Mereka yang tinggal di dataran tinggi lebih berisiko terkena hipertensi arteri pulmonal. Kenapa begitu? Pasalnya, semakin tinggi datarannya, semakin rendah pula tekanan udaranya. Karena itulah paru-paru Anda pun harus bekerja lebih keras.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hipertensi pulmonal dapat membaik jika Anda pindah ke dataran rendah (misalnya di dekat laut). Sedangkan orang yang sudah terkena hipertensi arteri pulmonal dan pergi ke dataran tinggi akan merasakan gejala penyakitnya bertambah parah.

Mencegah hipertensi pulmonal

Sebagian besar dari faktor risiko ini sulit dikendalikan. Akan tetapi, kunjungi dokter pada saat gejala pertama terjadi. Ada beberapa tes diagnostik yang dapat menentukan penyebab dari gejala Anda. Pengobatan hipertensi arteri pulmonal umumnya melibatkan pengelolaan gejala, konsumsi obat-obatan, dan perubahan gaya hidup.

Baca Juga:

Comments