Gerindra Bantah Terima Draf Aliansi dari Yusril

Politik

Berita / Politik 53 Views comments

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah Prabowo Subianto tidak merespons draf aliansi yang ditawarkan Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mehendra. Muzani menyebut Yusril tidak pernah menawarkan draf aliansi koalisi.
 
"Saya enggak pernah denger ada draf itu dari Pak Yusril atau dari PBB. Pembicaraan koalisi kita dengan PKS dan Demokrat lancar-lancar saja, enggak ada masalah sampai pencalonan," kata Muzani di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, eight November 2018.
 
Muzani menegaskan, dirinya tak pernah dihubungi Yusril terkait draf tersebut. Ia memahami keputusan Yusril dan PBB yang pada akhirnya tak bergabung dengan koalisi Prabowo-Sandi.
 
"Pak Yusril sudah memutuskan berpihak ke sana dan kita menghormati itu. Tidak ada yang perlu dijelaskan lebih panjang, wong sudah dijelaskan," jelas Muzani.
 
Dalam keterangan tertulisnya Yusril mengatakan, sebagai calon presiden dan pimpinan koalisi, Prabowo disarankan mengundang ketua-ketua partai dan mendiskusikan format koalisi. Sehingga menemukan format koalisi yang disepakati oleh semua partai.
 
"Kalau partai-partai hanya diajak koalisi mendukung paslon Prabowo-Sandi tanpa format yang jelas, sementara pada detik yang sama rakyat memilih presiden dan wapres serta memilih caleg pada semua tingkatan, maka pembagian `peta dapil` menjadi sangat penting sebagaimana dapat dicontoh sebagai perbandingan dari Pemilu di Malaysia," kata Yusril.

Baca: Yusril Sempat Diminta Jadi Timses Prabowo-Sandi

Namun, di satu sisi koalisi meminta seluruh anggota all out mengampanyekan Prabowo-Sandi. Di satu sisi para caleg sesama anggota koalisi saling bertempur untuk memperoleh kemenangan.
 
"Nanti yang akan terjadi adalah Prabowo-Sandi menang pilpres, tetapi dalam Pileg yang sangat diuntungkan adalah Gerindra, yang kemungkinan akan menjadi partai nomor 1 atau nomor 2. Sementara partai anggota koalisi yang lain bisa babak belur," jelas Yusril.
 
Yusril sempat mengajukan draf aliansi koalisi kepada Prabowo. Draf itu dirumuskan dengan sejumlah ulama termasuk Rizieq Shihab.
 
"Hasilnya, sejumlah tokoh dan ulama merumuskan `draf aliansi` di rumah KH A Rasyid Abdullah Syafii. Draf itu dilaporkan ke HRS oleh Munarman dan dikirimkan tanggal 13 Oktober 2018 ke Pak Prabowo untuk direspons. Hingga kini tidak ada respons apapun dari beliau," kata Yusril.

Comments