FBI Siaga Usai Penembakan di Masjid Selandia Baru, Cegah Aksi Serupa di AS?

Nasional

Berita / Nasional 4 Views comments

Liputan6.com, Washington DC - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat baru-baru ini dilaporkan tengah meninjau kembali foundation knowledge dan informan intelijennya. Hal itu dilakukan sebagai langkah pencegahan atas potensi kekerasan di Negeri Paman Sam yang terinspirasi teror penembakan di masjid Selandia Baru pada 15 Maret 2019.

Menurut laporan CNN seperti dikutip dari TVNZ.co.nz, Minggu (17/three/2019), sejak 15 Maret 2019, FBI telah meminta semua kantor cabangnya di seluruh negara bagian AS untuk "meninjau kembali dokumen kasus dan me-manajemen kembali subjek individu atau kelompok yang mungkin telah menyatakan minatnya untuk menyerang institusi keagamaan" pasca-penembakan di Selandia Baru.

Otoritas penegak hukum tertinggi AS itu "juga menugaskan agen di kantor cabang untuk menghubungi informan mereka untuk memperoleh informasi terkait potensi serangan serupa di Amerika."

"Situasi saat ini di Christchurch sedang dipantau, dan FBI sedang terlibat dengan polisi setempat pada saat ini," sumber CNN melaporkan.

Seorang tersangka penembakan di Christchurch a.n. Brenton Harrison Tarrant, warga negara Australia, telah dituntut di Pengadilan Distrik Christchurch, Selandia Baru, atas tuduhan pembunuhan.

Tarrant diketahui berpemahaman "eksremis sayap kanan" namun tidak masuk dalam daftar teroris pemerintah Selandia Baru.

Pasca-kejadian itu, otoritas penegak hukum di Negeri Kiwi telah meminta warga untuk waspada dan melaporkan segala hal yang berkaitan dengan potensi aksi kekerasan lanjutan pasca-penembakan di Christchurch.

Sementara itu, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengkaji kembali undang-undang regulasi senjata api di negaranya.

Simak video pilihan berikut:

Zulfirman Syah adalah satu WNI korban penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru. Ia sempat dikabarkan tewas, namun ternyata ia selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Comments