Dua Pejabat Kemenag Tersangka, Segini Harta Kekayaannya

Nasional

Berita / Nasional 13 Views comments

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua pejabat Kementerian Agama (Kemenag) sebagai tersangka. Keduanya diduga terkait kasus jual-beli jabatan di Kemenag, yang juga melibatkan Ketua Umum (Ketum) PPP Romahurmuziy alias Rommy.

Dua pejabat itu adalah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag (Kakanwil) Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Mereka diduga memberikan suap kepada Rommy complete sebesar Rp 300 juta agar mendapatkan jabatan tinggi di Kemenag. Namun, penerimaan itu bukan kali pertama tapi sudah beberapa kali.

"Dalam perkara ini, diduga RMY (Romahurmuziy) bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur," ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jakarta, kemarin. 

JawaPos.com mencoba menelisik harta kedua pejabat kemenag itu. Berdasar knowledge yang diakses laman https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/, terungkap harta kekayaan yang dilaporkan oleh Kakanwil Kemenag, Haris Hasanudin terakhir pada 18 Desember 2013 dengan harta senilai Rp 2,four miliar. Saat pelaporan itu, dia sebagai kepala kantor kemenag kabupaten Gresik.

Dalam knowledge itu juga terungkap, dia memiliki harta tidak bergerak berbentuk tanah dan bangunan yang berlokasi di Surabaya, Sidoarjo dan Trenggalek sebanyak three tanah dan bangunan senilai Rp 1,1 miliar.

Selain itu, untuk harta bergerak berbentuk transportasi, dia melaporkan bahwa memiliki satu buah kendaraan roda empat dan satu buah kendaraan roda dua dengan nilai Rp 312 juta. Adapun, perinciannya untuk mobil bermerk mitsubishi pajero sport dan motor bermerk yamaha v-ixion.

Haris juga mempunyai usaha lainnya sejumlah stand pasar dari hasil sendiri perolehan tahun 2013 berjumlah Rp 24 juta.

Ada juga, harta bergerak lainnya yakni berbentuk logam mulia, batu mulia senilai Rp 44 juta. Dalam knowledge tersebut juga dijelaskan, ada giro setara kas senilai Rp 942 juta.

Sementara itu, Muhammad Muafaq Wirahadi terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 19 Desember 2013 senilai Rp 689 juta. Saat pelaporan itu, dia menjabat sebagai penjabat pembuat komitmen - kepala seksi pendidikan madrasah kemenag kabupaten Gresik.

Dalam knowledge itu juga terungkap, dia memiliki harta tidak bergerak berbentuk tanah dan bangunan yang berlokasi di Gresik dan Lamongan sebanyak 10 tanah dna bangunan dengan nilai Rp 474 juta.

Muafaq juga mempunyai harta bergerak berbentuk transportasi, dia melaporkan bahwa memiliki satu buah kendaraan roda empat dan dua buah kendaraan roda dua dengan nilai Rp 182 juta. Adapun, perinciannya untuk mobil bermerk Honda Jazz, dan motor Scoopy dan Yamaha V-ixion.

Adapun, dia mempunyai usaha lainnya sejumlah perikanan dan pertanian  berjumlah Rp 11,four juta.

Ada juga, harta bergerak lainnya yakni berbentuk logam mulia dan benda bergerak lainnya senilai Rp 36,eight juta. Dalam knowledge tersebut juga dijelaskan, ada giro setara kas senilai Rp 165 juta. Namun, Muafaq memiliki hutang bernilai Rp 181 juta dalam bentuk pinjaman uang.

Kedua pejabat kemenag dalam kasus suap ini disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Intan Piliang

Comments