Dirut LRT Jakarta Akui Koridor 5,8 KM Belum Maksimal Atasi Kemacetan

Nasional

Berita / Nasional 6 Views comments

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Mild Rail Transit (LRT) Jakarta, Allan Tandiono mengakui, koridor LRT yang dibangun sepanjang 5,eight km belum secara optimum atasi kemacetan di Jakarta. Perlu eksistensi koridor yang lebih panjang untuk menyelesaikan persoalan lalu lintas Ibu Kota.

"Dengan koridor 5,eight km ini, tentunya belum maksimal kita berkontribusi. Tapi dengan perpanjangan koridor, bayangkan misalnya kalau ada 116 km LRT Jakarta," ujarnya di Rawamangun, Jakarta, Kamis (11/12/2019).

Kendati demikian, Allan meyakini pembangunan LRT akan membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas. Mobilitas yang terlahir akan lebih fleksibel sehingga waktu yang dimiliki pengguna tidak akan terpangkas terlalu lama.

"Stasiun LRT itu seharusnya tidak terlalu jauh dari rumah kita, kantor, dan tempat makan. Dengan demikian, ya tentunya akan sangat membantu kerugian di kota Jakarta akibat kemacetan," ujar dia.

Allan menuturkan, persoalannya sekarang ini adalah jaringan yang masih belum komplet terbangun. Selain itu, integrasi terhadap moda transportasi umum lain juga belum optimum.

"Kita tidak bekerja sendiri, tapi kita benar-benar bersinergi seperti yang diperintahkan Pemprov DKI. Seharusnya bisa lebih baik," ujarnya.

Proses pembangunan LRT hingga kini sudah 90 persen rampung, sehingga pada Februari sudah bisa beroperasi. Allan berharap, eksekusinya dapat bekerja dengan cepat, sehingga masyarakat dapat menikmati hasil dari pekerjaan seluruh pihak.

"Kata Pak Anies, dinas perhubungan sedang menyiapkan rencana induk perkereta-apian yang harapannya bisa mengintegrasikan semua moda. Rencana itu sudah rampung, eksekusinya diharapkan cepat," pungkas dia.

Reporter: Rifqi Aufal Sutisna

Comments