Daya Kritis Masyarakat Disebut Masih Rendah

Politik

Berita / Politik 49 Views comments

Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti Pemberitaan Hoax menggelar aksi dalam automotive free day di Bundaran Lodge Indonesia, Jakarta. (Foto: MI/Agus Mulyawan)
Jakarta: Sosiolog Daisy Indira Yasmin menyebut daya kritis masyarakat terhadap sesuatu masih rendah. Imbasnya, masyarakat cenderung mudah percaya dan kerap mengedepankan emosi saat memperdebatkan hal-hal yang berkaitan dengan politik.

"Submit-truth menjadi tidak terhindarkan karena masyarakat kurang dibekali kemampuan mengkritisi sehingga informasi yang disebarkan mudah dipercaya apalagi kalau informasi itu menjurus pada hal-hal sakral atau berkaitan dengan agama," ujarnya dalam Prime Speak Metro TV, Kamis, 9 November 2018. 

Daisy menyadari betul isu yang dimainkan elite politik saat ini lebih banyak menjurus pada hal-hal primordial dan menyentil sentimen agama. Parahnya, hal itu justru dijadikan sebagai komoditas politik.

'Budaya' baru semacam ini, kata dia, sangat disayangkan. Terlebih institusi politik seharusnya memberi edukasi kepada masyarakat bagaimana agar politik dijalankan sesuai dengan etika.

"Saya sepakat bahwa politik itu cenderung rentan kebohongan. Alih-alih beretika, demi politik justru menurunkan derajat masyarakat dan sebagainya," kata dia.

Daisy menambahkan jika hal itu terus dibiarkan bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik akan terus menurun. Bahkan kepercayaan kepada pemerintah juga akan melemahkan demokrasi yang sudah terbangun.

Comments