CVR Lion Air Ditemukan, Seberapa Pentingnya Ungkap Kecelakaan?

Nasional

Berita / Nasional 40 Views comments

Liputan6.com, Jakarta - Tim penyelam TNI Angkatan Laut menemukan bagian kotak hitam yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) dari pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Seberapa pentingkah CVR untuk mengungkap penyebab kecelakaan?

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo mengatakan, CVR berisikan suara yang ada di kokpit pesawat. Selain itu, juga dapat merekam suara peringatan yang ada di dalam pesawat.

Ia melanjutkan, durasi rekam CVR hanya dua jam. CVR mulai merekam jika listrik sudah menyala.

"Pembicaraan di kokpit atau flight deck. Semua ada di sini. Misalnya, suara warning kadang ada bunyi ping, ada bunyi tet-tet-tet. Ada bunyi apa nanti kita dengar," kata dia, Senin (14/1/2019).

Ia menerangkan, CVR Lion Air melengkapi penemuan kotak hitam yang ditemukan sebelumnya yakni Flight Knowledge Recorder (FDR).

"Kita kan sudah ada FDR, nah sekarang lewat CVR kita ingin dengar itu waktu ada masalah ini apa diskusi yang terjadi antarpilotnya. Bagaimana mengambil keputusan. Alasannya apa, nah itulah yang kita ingin lihat. Mengapa kok dia punya pandangan seperti ini pas terjadi masalah ini," terang dia

Dia mengatakan, laporan remaining mengenai penyebab kecelakaan berdasarkan aturan internasional memang maksimal setahun. Namun, Nurcahyo tidak dapat memastikan penemuan CRV bisa langsung mengungkap penyebab jatuhnya pesawat, seperti Lion Air.

"Tidak, masih ada beberapa alat lagi. Jadi kalau kita menemukan fakta baru, pasti ada yang butuh lain lagi. Sekarang tiba-tiba misalnya di CVR kita nemu pembicaraan yang kita tidak duga, maka kita cari ini apa nih. Jadi bukan langkah terakhir," ujar dia.

"Diharapkan setahun selesai. Kalau bisa secepatnya. Karena seluruh dunia itu menunggu, Ini ada apa sama pesawat max (Boeing 737 Max eight). Kita juga ingin jawab ini loh masalahnya," tandas  Nurcahyo

Comments