BUMN Tempuh Perjalanan 20 Jam untuk Bantu Korban Banjir Konawe Utara

  • Whatsapp

Dailymail.co.id, Konawe Utara – Petugas BUMN berjuang dalam perjalanan selama 20 jam untuk mengirimkan bantuan bagi korban banjir di Konawe Utara di Sulawesi Tenggara (Sulteng). Daerah tersebut terisolasi akibat banjir bandang pada Minggu, 9 Juni 2019.

Banjir setinggi hampir 1,5 meter menghalangi kendaraan mobil double cabin milik BUMN. Mereka pun perlu dibawa dengan sampan darurat.

Muat Lebih

  • VIDEO: Puluhan Korban Banjir Dievakuasi dengan Helikopter
  • Gubernur Sultra: Banjir Konawe Utara Bukan karena Aktivitas Tambang
  • 4 Kecamatan di Konawe Utara Masih Terisolasi Akibat Banjir

“Bahkan, truk yang berisi bantuan juga harus dimodifikasi untuk melewati banjir-banjir sepanjang perjalanan,” ujar Kepala Bidang Keuangan dan Logistik Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, Amos Tarigan, dalam keterangan resminya, Minggu (16/6/2019).

Bantuan yang disalurkan Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri disesuaikan dengan kebutuhan mendesak korban banjir Konawe Utara sesuai permintaan dari pemerintah daerah setempat yaitu 5 unit genset berkapasitas 1.000 watt, 20 unit tabung gas, 10 buah terpal atau tenda, 100 karung beras, 100 dus air mineral botol, 50 unit matras, 2 unit tangki air 1.500 liter.

Ada pula bahan bantuan pakaian seperti 180 pcs pakaian wanita, 120 pcs pakaian dalam wanita, 60 pcs pakaian dalam anak-anak, 120 pcs celana, 180 pcs kaos laki-laki, 188 pcs selimut.

BUMN juga mengirim 50 buah senter dan baterai, 120 pcs handuk dan 42 pasang sepatu boot serta 200 unit alat pembersih kepada korban banjir Konawe Utara.

Tak hanya melalui Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, sejumlah BUMN juga telah menyalurkan donasi yaitu PT Telkom (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Semen Tonasa, PT Kimia Farma Tbk, PT Angkasa Pura I, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Hingga saat ini, total bantuan yang diberikan mencapai Rp 385 juta.

Bantuan-bantuan yang diberikan yakni beras, sembako, mie instan, pakaian jadi wanita dan laki-laki, obat-obatan serta perlengkapan rumah tangga. Selain itu, Kementerian BUMN juga membuka posko darurat di wilayah tersebut.

Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra mengatakan PT Pertamina (Persero) menjadi koordinator penyerahan bantuan korban Konawe Utara agar pemberian donasi bantuan lebih tepat sasaran. Nantinya, Pertamina akan membuat posko darurat bencana di dekat lokasi bencana.

“Pertamina juga akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyalurkan bantuan dari BUMN donatur,” kata Hambra.

Seperti diketahui, banjir di Konawe Utara diakibatkan hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda daerah itu pada 1-2 Juni 2019. Hal ini menyebabkan tiga sungai meluap yakni Sungai Lalindu, Sungai Walasolo, dan Sungai Wandambali.

Akibatnya enam kecamatan terendam yakni Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Okeo, Kecamatan Landawe, Kecamatan Wiwirani dan Kecamatan Langgikima

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara, Sultra, jumlah pengungsi akibat banjir yang melanda daerah itu mencapai 7.513 jiwa. Sementara jumlah rumah yang rusak sebanyak 202 unit.

Jumlah kepala keluarga yang terdampak secara keseluruhan sebanyak 1.905 kepala keluarga (KK) atau 7.513 jiwa. Sebanyak 1.703 unit rumah, lima masjid, empat Puskesmas dan tiga pasar tradisional terendam banjir. Bahkan empat jembatan tidak bisa diakses, 8 sekolah dan 3 SMP juga ikut terendam banjir.

2 dari 4 halaman

Bantuan untuk Samarinda

BUMN beri bantuan ke korban banjir di Samarinda.
BUMN beri bantuan ke korban banjir di Samarinda. Dok: Humas Kementerian BUMN

Bencana banjir juga terjadi di Samarinda yang disebabkan curah hujan tinggi dan air pasang sejak 9 Juni lalu. Sehingga, mengakibatkan beberapa daerah mulai terendam. Banyak rumah rumah warga masih terendam di beberapa daerah.

“Saya berharap semoga bantuan yang kami salurkan dapat bermanfaat dan musibah banjir dapat selesai secepatnya serta aktifitas ekonomi dapat pulih kembali,” ujar General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Farid Indra Nugraha.

Berdasarkan data dari BPBD Kota Samarinda bencana banjir sejak Minggu (9/6) menggenangi sedikitnya 13 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan direndam banjir. Tercatat 17.485 kepala keluarga (KK) atau 56.123 jiwa warga terdampak banjir.

3 dari 4 halaman

Rawan Dijarah, Konvoi Bantuan Banjir di Sultra Dikawal TNI

Rawan Dijarah, Konvoi Bantuan Bencana Alam di Sultra Dikawal Anggota TNI
Armada bantuan bencana banjir pada 4 kabupaten di Sultra, dikawal anggota TNI untuk mengantisipasi potensi penjarahan dari warga. (Dailymail.co.id/Ahmad Akbar Fua)

Bantuan untuk korban bencana banjir pada 4 kabupaten di wilayah Sulawesi Tenggara sudah disalurkan sejak Selasa lalu. Sejak disalurkan, ada sejumlah keluhan dari relawan terkait penjarahan dan sulitnya akses jalur jalan menuju lokasi bencana.

Empat kabupaten yang menjadi fokus penyaluran bantuan bencana yakni, Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan dan Kolaka Timur. Kabupaten terparah yakni, Konawe Utara dengan 5.300 lebih pengungsi.

Penyebab penjarahan, karena sejumlah warga yang dilewati iring-iringan konvoi bantuan belum sama sekali tersentuh. Sehingga, warga di lokasi bencana mendesak relawan untuk membongkar paket bantuan di tengah jalan.

Mengantisipasi hal ini, Korem 143 Halu Oleo menyiapkan personel khusus yang mengawal bantuan relawan atau pemerintah. Pihak Korem, sudah menyiapkan 6 orang personel khusus untuk mengawal iring-iringan bantuan.

“Tugas mereka, mengawal dan memediasi semua jajaran Danramil TNI yang dilewati untuk berkomunikasi kepada warga supaya memudahkan kendaraan relawan lewat,” ujar Kepala Kepala Seksi Teritorial Korem 143 Halu Oleo, Letkol Edward, Kamis (13/6/2019).

Tidak hanya potensi penjarahan, untuk menuju lokasi bencana banjir di 4 kabupaten, relawan harus melalui jembatan dan rakit darurat buatan warga. Semua kendaraan yang melalui rakit, mesti membayar mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.

“Kami sudah pantau itu, mulai dari Kecamatan terujung di Kabupaten Konawe Utara, warga memang meminta upah dan bayaran kepada pengendara,” tambah Edward.

Dengan adanya pengawalan, Edward mengharapkan warga bisa lebih tertib. Selain itu, diharapkan bantuan bisa sampai pada sejumlah wilayah terpencil.

“Korem 143 Halu Oleo juga merupakan posko terpusat penggalangan bantuan bencana alam di Sultra. Kami menginginkan bantuan ini bisa tiba tepat waktu dan tepat sasaran,” jelas Edward.

Diketahui, Korem 143 Halu Oleo sudah melakukan pengawalan sebanyak 52 truk berisi bantuan. Bantuan itu, berasal dari Kementerian Pertanian RI yang didatangkan langsung dari Jakarta.

Bantuan untuk korban banjir ini berupa makanan instan, popok bayi, obat-obatan, pakaian anak-anak, dan orang dewasa. Kementerian Pertanian juga menurunkan bantuan peralatan pertanian dan pupuk.

4 dari 4 halaman

Dailymail.co.id | Daily Mail Online

Warga hanya mengungsi di depan rumah dengan rumah panggung seadanya sambil berusaha mengamankan barang-barang mereka.

Pos terkait