Bisnis Uang Elektronik Kian Menantang, Bank Mandiri Perluas Layanan

Nasional

Berita / Nasional 16 Views comments

Liputan6.com, Jakarta SEVP Shopper and Transaction PT Financial institution Mandiri Tbk, Jasmin, menyatakan  bahwa tahun ini bisnis uang elektronik (e-money) cukup menantang, mengingat banyak platform pembayaran lain yang telah muncul.

Namun Jasmin tetap optimistis bisnis uang elektroniknya masih bisa tumbuh hingga 5 juta keping kartu pada tahun ini.

"Untuk e-money per Desember 2018 kita punya sebanyak 16,four juta kartu dan tahun ini akan menambah 5 juta kartu," kata Jasmin di Jakara, Senin, (14/1/2019).

Dia mengatakan, untuk meningkatkan bisnis uang elektronik, dia juga terus meluncurkan varian baru dalam jenis uang elektroniknya. Tidak hanya itu, Mandiri juga terus berkolaborasi dengan pihak lain dalam memasarkan dan menjual e-money mereka.

Dia juga menambahkan akan terus menambah layanan prime up atau isi ulang e-money agar masyarakat semakin mudah menggunakannya. Saat ini, Financial institution Mandiri sudah menjalin kerjasama perluasan layanan prime up dengan Tokopedia dan Pos Indonesia.

"Prime up di on-line belum banyak kita masih banyak di off line seperti indomaret, service provider dan on-line baru kita coba. Nanti akan kesana (on-line) kalau prime up enggak perlu lagi ke Indomaret. Kalau pakai NFC, bisa juga pakai smartphone," ujarnya.

Sebagai informasi, hingga akhir Desember 2018, perusahaan telah menerbitkan 16,four juta kartu dengan penerimaan uang elektronik Mandiri di lebih dari 45 ribu service provider dan 60 ribu lokasi prime up. Saat ini kartu e-money Mandiri telah diterbitkan dalam berbagai edisi unik dengan desain yang bervariasi seperti Asian Video games 2018, Marvel Avengers, Star Wars, Disney Tsum Tsum dan lainnya.

Dari jumlah ini, frekuensi transaksi e-money Mandiri adalah di Januari-Desember 2018 mencapai 1,1 miliar dengan transaksi nominal Rp 13,four triliun. Sektor transportasi terbesar yang mencapai 94 persen, terutama jalan tol seperti jalan tol Trans Jawa, jalan tol Bali Mandara, jalan tol Medan-Kualanamu dan jalan tol Ujungpandang ruas 1 dan 2.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

Comments