MOBIL ESEMKA TIDAK TERMASUK DAFTAR MOBIL BEBAS PAJAK

MOBIL ESEMKA TIDAK TERMASUK DAFTAR MOBIL BEBAS PAJAK

Menteri Keuangan Sri Muliani secara resmi menandatangani Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20 / PMK.010 / 2021 terkait Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Penyerahan Kena Pajak atas Barang Mewah berupa kendaraan bermotor tertentu ditanggung pemerintah yang telah dianggarkan untuk tahun 2021.

PPnBM diberikan diskon mulai dari 100% hingga 25% dalam tiga tahap dan berlaku selama sepuluh bulan, mulai dari masa pajak Maret 2021 hingga masa pajak Desember 2021. Pemberlakuan innsentif mobil bebas pajak diberikan untuk jangka waktu sembilan bulan. Pembebasan pajak ini berlaku untuk mobil dengan kecepatan kurang dari 1.500 cc dengan sedan 4×2 dan tipe gardan tunggal.

Selain itu, PPnBM Mobil Baru berlaku untuk kendaraan roda empat dengan kandungan lokal hingga 70 persen. Jenis kendaraan yang dapat memperoleh pembebasan 0 persen dari PPnBM antara lain Low-Cost Multipurpose Vehicle (MPV), Low-Cost Multipurpose Vehicle (MPV), dan Low-Cost Multipurpose Vehicle (MPV). – Biaya mobil ramah lingkungan atau LCGC dan sedan.

Menteri Perindustrian (Otak Utama) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan ada 21 jenis mobil yang bisa diuntungkan dari penurunan harga PPnBM baru. Merek mobil tersebut meliputi enam perusahaan, yakni PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Honda Prospect Motor, PT Suzuki Motor Indonesia, dan PT SGMW Motor Indonesia.

Hal ini dipilih karena produk lokal menguasai lebih dari 91 persen pasar Indonesia dan tingkat kandungan lokal (TKDN) di atas 80%.

Dalam keterangannya, Senin (3/1/2021), Agus mengatakan, pihaknya “harus memenuhi persyaratan pengadaan lokal, termasuk setidaknya mencapai 70 persen dari total penggunaan komponen yang berasal dari produksi dalam negeri dan digunakan dalam kegiatan produksi otomotif.”

Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 169/2021 juga menyebutkan ada 115 jenis komponen yang bisa dimasukkan dalam penghitungan kandungan lokal.

Keputusan dari menteri tersebut menetapkan bahwa perusahaan harus wajib menyampaikan rencana pembelian lokal dan pernyataan tentang penggunaan pembelian lokal dalam kegiatan produksi.

Selain itu, perusahaan juga wajib mengajukan faktur pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, laporan investigasi DTP PPnBM, dan kinerja penjualan selama triwulanan.

Proses monitoring dan evaluasi dapat dilakukan dengan bekerjasama instansi pemerintah di bidang perpajakan atau melalui keterlibatan lembaga investigasi independen, ”ujarnya.

Bagi perusahaan yang tidak melakukan pembelian dalam negeri, Kementerian Perindustrian mengusulkan untuk mengenakan sanksi administratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta membatalkan kendaraan otomatis yang telah mendapatkan fasilitas PPnBM DTP.

Daftar Jenis Mobil Yang Mendapat Insentif PPnBM :

Toyota Yaris
Toyota Vios
Toyota Sienta
Toyota Avanza
Toyota Rush
Toyota Raize
Daihatsu Xenia
Daihatsu Gran Max Minibus
Daihatsu Luxio
Daihatsu Terios
Daihatsu Rocky
Mitsubishi Xpander
Mitsubishi Xpander Cross N
issan Livina
Honda Brio RS
Honda Mobilio
Honda BR-V
Honda HR-V
Suzuki New Ertiga
Suzuki XL-7
Wuling Confero

Dari daftar mobil tersebut, tidak ada mobil Esemka produksi PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Erlanga Hartarto mengatakan insentif sudah masuk ke sektor industri lain. Dan Menteri Koordinator Perekonomian Erlanga Hartarto juga mengatakan, pemerintah belum menawarkan insentif kepada industri otomotif.

Pemerintah harus melihat satu per satu. Minyak sawit siap, arang siap, logam (strip logam) siap, dan perhiasan masih diproses. Jadi, langkah besar berikutnya adalah mobil. “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *