5 Langkah Cerdas Memberi Pengertian Pada Anak Soal Kematian Orang Terkasih

Halo Dokter

Kesehatan / Halo Dokter 1846 Views comments

Kematian adalah hal sulit untuk dibicarakan. Apalagi ketika harus menjelaskannya pada anak-anak sewaktu ada orang terdekatnya yang meninggal dunia. Walaupun demikian, cepat atau lambat Anda tetap harus memberikan pengertian soal konsep kematian pada anak. Kematian bisa terjadi kapan saja pada orang-orang di sekitarnya, sehingga Anda tidak akan mungkin terus-terusan menghindar ketika anak bertanya “Om X pergi ke mana, sih, Bu?” atau “Ibu perginya lama, yah? Kapan pulangnya?” Lantas, bagaimana caranya menjelaskan kematian pada anak?

Bagaimana cara menjelaskan kematian pada anak?

Tanpa Anda sadari, anak mungkin sudah sedikit memiliki gambaran tentang kematian. Misalnya dari buku dongeng yang ia baca atau kematian binatang yang dilihatnya — entah di TV atau di sekitarnya. Namun, tentu ini tidaklah cukup. Anda perlu menjelaskan kematian kepada anak dengan lebih matang agar ia bisa mempersiapkan diri dan berduka dengan baik, ketika suatu saat nanti kematian datang menghampiri orang terkasihnya.

1. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami

Banyak yang menjelaskan kematian pada anak hanya sesederhana seperti, “Tante X lagi tidur” atau “Kakek sedang pergi lama.”

Sekilas, cara ini dirasa tepat. Namun, ini bisa menimbulkan kesalahpahaman karena cara berpikir anak sangatlah sederhana. Anak-anak tahu bahwa orang yang sedang pergi atau tidur akan bisa kembali. Itu sebabnya mereka akan terus bertanya sampai rasa penasaran dan keingintahuan mereka terjawab — “Memang pergi ke mana? Sampai kapan? Kok aku nggak diajak pergi? Kok tidurnya lama banget, sih?” dan seterusnya.

Padahal, kematian adalah suatu kejadian permanen. Tidak dapat dibatalkan atau diperbaiki. Lambat laun, cara penyampaian yang seperti ini akan memupuk rasa penolakan dalam diri anak seiring ia bertambah besar. Ia tidak akan percaya bahwa orang terkasihnya benar-benar sudah tiada, dan pada akhirnya ini bisa memicu depresi.

Untuk itu, jelaskanlah konsep kematian dengan pilihan kata yang akrab, mudah dimengerti, dan singkat. Misalnya berikan pengertian bahwa kematian membuat tubuh seseorang tidak dapat berfungsi lagi, tidak dapat bergerak lagi, tidak bernapas, tidak bisa berbicara atau makan.

2. Jangan hindari pertanyaan

Sangat normal bila anak terus bertanya mengenai kematian, bahkan mengulang pertanyaan yang sama. Sebab anak memerlukan waktu untuk memahami semua itu dan juga keadaan di sekitarnya. Jawablah dengan tenang dan tetap tunjukkan senyum Anda. Dalam kesempatan ini Anda bisa menjelaskan sekaligus membantu anak dalam menghadapi rasa kehilangan orang yang dicintainya.

Selain menjelaskan apa itu kematian, Anda juga menjelaskan apa penyebabnya. Misalnya, kakek meninggal karena kondisinya sudah sangat tua atau karena suatu penyakit. Beri tahukan bahwa tidak semua penyakit dapat menyebabkan kematian, hanya penyakit parah yang sudah tidak bisa diobati. Penyakit seperti batuk atau pilek yang sering dialami olehnya tidak akan menyebabkan kematian karena bisa diobati dan sehat kembali.

3. Pahami respons anak

Kematian bisa menyebabkan trauma pada anak. Maka, berilah waktu pada anak untuk berduka dengan caranya sendiri. Setiap anak menunjukkan respons yang berbeda ketika Anda menjelaskan apa itu kematian. Ada yang menunjukkan perasaan sedih, diam, atau normal seperti biasanya. Bila anak Anda menangis, cobalah menenangkannya.

Jangan biarkan ia sendiri tenggelam dalam kesedihannya. Anda bisa mengatakan hal-hal yang membuat dirinya tenang. Katakan padanya sedih dan berduka adalah suatu yang regular. Berilah dia pelukan dan hapus air matanya. Pilih waktu lain untuk melanjutkan penjelasan ketika emosi anak sudah membaik dan mereka sendiri yang memulai pertanyaan.

Namun, tetap beri pengawasan dan perhatikan apa pun yang dilakukan anak. Setelah mulai membaik, Anda bisa mengalihkan anak pada sesuatu yang disukainya. Jadi, anak tidak terus berlarut-larut dalam kesedihan.

4. Kembali ke aktivitas normal

Berduka adalah cara terbaik untuk menyembuhkan rasa kehilangan. Bukan anak saja, Anda juga bisa menunjukkan kesedihan Anda. Jangan sampai Anda tidak memikirkan kesehatan diri sendiri karena fokus pada anak. Hanya saja, jangan mengekspresikan kesedihan Anda secara berlebihan sehingga membuat anak jadi merasa tak nyaman berada di sekitar Anda. Ingat bahwa dirinya juga sama-sama kehilangan orang terkasihnya.

Jangan biarkan kesedihan membuat anak dan Anda melupakan waktu makan, istirahat, dan kegiatan lain yang biasanya dilakukan. Mencoba kembali beraktivitas seperti biasanya bisa membuat perasaan Anda menjadi lebih baik dan tidak akan terus terpuruk dalam kesedihan.

5. Hubungi dokter

Bila anak mengalami kesulitan untuk menerima kematian orang terdekatnya, seperti sampai mengganggu tidur dan aktivitas lainnya, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter. Begitu pula dengan Anda, jangan biarkan hal ini terus terjadi dan bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental Anda.

Baca Juga:

Comments