Wali Murid Sekolah Bhinneka Bertahan karena Kualitas Pengajaran

Berita Hari Ini

Koran Online / Berita Hari Ini 27 Views comments

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Raut murung tampak di mimik para orangtua murid SD-SMP Bhinneka Tunggal Ika. Mereka resah dengan konflik inner yayasan yang mengelola sekolah yang berada di Jalan Kranggan Nomor 11A, Kota Yogyakarta itu. 

Konflik inner mengakibatkan gedung sekolah tak bisa digunakan. Penyebabnya, kunci gedung telah diganti. 

"Prihatin dan kecewalah sama situasi ini. Rasanya sangat sedih," ujar salah seorang wali murid, Chamit Arang, 46, kepada Metrotvnews.com pada Selasa, 18 Juli 2017. 

Baca: Murid Sekolah Bhineka Tunggal Ika Telantar karena Konflik Yayasan

Apalagi, pada hari pertama sekolah kemarin, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke di kediaman KRT Poerbokusumo di Ndalem Notoprajan, Jalan KH Agus Salim, Kota Yogyakarta. 

Chamit mengatakan konflik inner terjadi sejak 2016. Namun, dia tidak memindahkan anaknya dari sekolah itu. Dia menilai kurikulum di sekolah Bhinneka cukup bagus.

Sekolah tersebut mengajarkan keterampilan sejumlah bahasa. Mulai bahasa Mandarin, Inggris, Indonesia, hingga bahasa Jawa. 

"Di sekolah ini tidak seperti sekolah yang lain. Saya lihat anak saya sebagai murid merasa nyaman ketika belajar," kata warga Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta. 

Wali murid yang lain, Eni Maryatun, 37, menyekolahkan sekaligus dua anaknya. Dua anak Eni bernama Chun Fu, 11, (kelas 6 SD) dan Chun Yuan, 9, (kelas four SD). 

Warga Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman ini menilai cara mengajar guru di sekolah Bhinneka begitu kreatif. Tak hanya cara mengajar, program sekolah juga memacu anak-anak mandiri. Ia menilai, anaknya bisa mengeksplorasi kemampuannya usai pembelajaran. 

"Kami inginnya cepat selesai masalah ini. Kita sebagai wali murid minta Dinas Pendidikan ikut menyelesaikan," ujar Eni. 

Baca: ORI DIY Minta Disdikpora Selesaikan Sengketa Sekolah Bhineka

A. John H.S, 43, yang juga wali murid sekolah Bhinneka, berharap dengan selesainya permasalahan, tidak ada perubahan dengan formasi guru. "Siapapun yang mengelola yayasan harus bijak. Masa guru dan murid terusir dari gedung sekolahnya. Kasihan masa depannya kalau kelamaan," ujar warga Cokridiningratan ini. 

Saat ini, kegiatan belajar mengajar pelajar sekolah Bhinneka masih menggunakan Ndalem Notoprajan. Sementara, gedung sekolah Bhinneka di Jalan Kranggan Nomor 11A Kota Yogyakarta terlihat sepi. Hanya ada seorang pegawai saat Metrotvnews.com menyambangi bangunan itu. 

(SAN)

Comments