Setya Novanto Merasa Dizalimi

Berita Hari Ini

Koran Online / Berita Hari Ini 35 Views comments

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR Setya Novanto membantah tuduhan KPK yang menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus korupsi KTP-el. Ketua Umum Golkar itu merasa tak menerima suap mega proyek tersebut.

"Ini merupakan penzaliman dan tentu apa yang sudah dalam fakta persidangan dikatakan tidak ada," tegas Novanto di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa 18 Juli 2017.

Novanto menegaskan, ia tidak pernah menerima duit suap Rp574 miliar dari proyek yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp2,three triliun itu. Ia memperkuat argumentasinya melalui fakta persidangan tindak pidana korupsi pada three April 2017 dan 29 Mei 2017.  

"Saudara Nazaruddin sudah mengatakan mencabut adanya pernyataan-pernyataan di dalam BAP dan sudah membatalkan. Dan saudara Andi (Narogong) pada 29 Mei 2017 dalam fakta persidangan juga sudah mengatakan tidak ada," beber Novanto.

Novanto mengaku kaget dengan standing tersangka yang disematkan kepadanya. Pembuktian soal dirinya menerima suap dianggap sangat lemah. Novanto berencana mengambil langkah hukum setelah rapat inner partai.

"Ini kan uang yang sangat besar sekali, Rp574 Miliar, bawanya pakai apa, transfernya bagaimana, uangnya di mana? Besar sekali. Saya mohon tolong jangan dibesar-besarkan bahwa saya telah menerima," ucap dia.

Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarimn. Novanto diduga bermaksud menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya terhadap jabatannya. Ia diduga ikut merugikan negara hingga Rp2,three triliun dari proyek senilai Rp5,9 triliun.

Novanto diduga melanggar Pasal three atau Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(OJE)

Comments