Petani Cirebon Resah Impor Garam Industri

Berita Hari Ini

Koran Online / Berita Hari Ini 29 Views comments

Metrotvnews.com, Cirebon: Petani garam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat tengah menikmati manisnya panen. Satu kilogram garam laku hingga Rp2.800. Angka itu cukup tinggi dibanding musim panen beberapa tahun lalu.

Yusuf, petani garam asal Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan, mengaku hasil bagus ini bisa dibilang pengganti tahun-tahun sebelumnya. Sebab, sepanjang tahun 2016 dia tidak produksi lantaran intensitas hujan cukup tinggi.

Sedangkan, tahun 2015 harga garam anjlok. Penyebabnya, pasokan garam cukup melimpah. "Harga garam cuma Rp200-400 per kilogram,” ujar Yusuf, ditemui di tambak garam, Selasa, 18 Juli 2017.

Baca: Ketika Garam Berasa Manis

Namun, beberapa petani garam di situ mulai resah. Kabar pembukaan keran impor garam membuat petani khawatir. Meski hanya garam industri, petani khawatir impor akan menjatuhkan harga garam konsumsi.

Taslim, petani garam lainnya, mengaku punya pengalaman buruk dengan impor garam. Dia mengaku harga garam langsung anjlok saat garam impor masuk Indonesia.

“Pernah saat harga garam lagi tinggi, pemerintah malah impor dari India dan Australia, membuat harga garam menjadi hancur,” kata Taslim.

Para petani berharap tidak ada impor garam industri tidak diselewengkan ke garam konsumsi. Bila terjadi, petani garam tak lagi bisa menikmati harga tinggi.

Keputusan impor garam industri muncul setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan rapat dengan empat menteri. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanrto, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Hasilnya, impor garam industri melalui Kementerian Perdagangan, tanpa rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

(SAN)

Comments