Pesan Gunung: Tinggalkan Kenangan, Itu Sulit Dihancurkan Waktu

Koran Online

Nasional / Koran Online 48 Views comments

Liputan6.com, Yogyakarta Tinggalkan kenangan, jangan sampah. Keduanya tidak mudah hancur oleh waktu. Sebaris pesan itu tertulis di sebuah papan yang berada di Gunung Ireng, sebuah puncak tertinggi di Srumbung, Pengkok, Pathuk, Gunungkidul. Alhasil, tidak sedikit orang yang menjadikan lokasi itu sebagai spot untuk mengabadikan matahari terbenam.

Tulisan itu dianggap pas untuk mewakili perasaan ketika menyantap senja. Sebagian besar orang mempercayai senja identik dengan kenangan, sedangkan fajar simbol harapan.

Gunung Ireng mulai didatangi wisatawan sejak 2013, seiring dengan mulai dibangunnya sarana pendukung wisata, seperti warung dan homestay. Sebelumnya, orang hanya datang untuk menikmati matahari terbit dan terbenam. Sebenarnya, gunung ini bukan gunung pada umumnya. Ia terdiri dari gundukan batu-batu berwana hitam yang menggunung.

"Lima tahun lalu ada mahasiswa KKN yang bersama dengan warga setempat membuatĀ  tempat wisata ini lebih berkonsep," ujar Purwanto, pemilik warung sekaligus salah satu pengelola tempat wisata Gunung Ireng, Jumat (12/1/2018).

Konsep disesuaikan dengan kesukaan wisatawan masa kini, yakni berfoto maupun swafoto. Ada beberapa spot foto, antara lain, berbentuk alas kayu, teras dengan kursi, dan rumah dari anyaman bambu. Di tempat itu bentangan sawah, pepohonan, pegunungan, serta muncul dan tenggelamnya matahari bisa terlihat jelas.Perjalanan menuju lokasi Gunung Ireng bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Lokasi wisata ini berjarak skeitar 30 kilometer dari pusat kota Yogyakarta atau memakan satu jam perjalanan darat.

Wisatawan dari arah Yogyakarta bisa mengambil arah Jalan Wonosari dan mengikuti jalan utama sampai ke kawasan Bukit Pathuk Gunungkidul. Di perempatan Radio GCD FM, wisatawan bisa belok ke kanan dan lurus sampai ke Desa Pengkok. Setelah itu, ikuti papan petunjuk menuju Gunung Ireng.

Comments