Penyesalan Mantan Teroris

Berita Hari Ini

Koran Online / Berita Hari Ini 19 Views comments

Metrotvnews.com, Jakarta: Agustus 2009, menjadi fase baru kehidupan Jiu, bukan nama sebenarnya. Dia, ketika matahari baru saja akan menampakkan sinar, dicokok anggota Densus 88 di Koja, Jakarta Utara.

Tanpa babibu polisi membawanya ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Di sana dia dimintai keterangan seputar serangan bom di Lodge J.W. Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Jiu dianggap bersalah. Dia disebut terlibat serangan mematikan itu dan divonis penjara delapan tahun. Pemuda itu didakwa dengan dakwaan berlapis: Pasal 15 jo Pasal 6, Pasal 15 jo Pasal 7, Pasal 15 jo Pasal 9, Pasal 13 huruf b, dan Pasal 13 huruf c dalam Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Saya ditangkap ketika sedang menyiapkan amaliah kedua," kata Jiu kepada Metrotvnews.com, baru-baru ini.

Jiu dibui. Dari Lapas Cipinang dipindahkan ke Nusa Kambangan, atau sebaliknya. Tapi, bukannya jeri, selama di penjara semangatnya berjihat justru berkobar karena berada satu blok dengan terpidana terorisme.

Dia menolak jalan taubat. Jiu menolak mentah-mentah proses radikalisasi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dia menganggap beberapa ulama dari Jordan dan Mesir yang didatangkan BNPT tidak mengerti persoalan di Indonesia.

"Waktu itu pikiran saya masih ulama-ulama di luar negeri tidak mengerti persoalan di Indonesia," ucapnya.

Tiga tahun dia dibelenggu dengan pikirannya sendiri. Sampai pada satu masa pikirannya goyah ketika mulai mengikuti kajian Islam di dalam lapas. Puncaknya, ketika dia menerima infomasi dari pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden.

"Surat (Bin Laden) itu dipublikasikan 2012. Kemudian ada salah satu teman yang meng-copy. Isi surat Osama secara garis besar meminta Amir-Amir untuk tidak melakukan peledakan di mana ada orang muslim dan di negara yang tidak berkecamuk," terangnya.

Batin Jiu berkecamuk. Lalu, pelan-pelan dia mulai bisa memahami bahwa jalan kebenaran yang selama ini diperjuangkannya salah. "Saya enggak ada niat meyakiti kaum muslimin. Saya pribadi minta maaf."

(YDH)

Comments