Membatik Jadi Materi Orientasi Siswa Baru di Semarang

Berita Hari Ini

Koran Online / Berita Hari Ini 20 Views comments

Metrotvnews.com, Semarang: Ratusan siswa baru SMAN three Semarang, Jawa Tengah, mengikuti masa pengenalan sekolah. Membatik menjadi salah satu materi pengenalan sekolah.

Sejak pukul 07.00 WIB, Selasa 18 Juli 2017, sebanyak 430 siswa baru berkumpul di halaman utama sekolah. Mereka duduk berbaris beralaskan koran. 

Setiap siswa memegang selembar kain berukuran 50 x 20 cm. Mereka menorehkan cairan malam pada kain sehingga membentuk batik motif Mega Mendung khas Cirebon, Jawa Barat.

Vicky Reyna AD, siswi baru SMAN three Semarang, tampak serius melaksanakan tugasnya. Meski tersendat-sendat, ia berusaha menggoreskan cairan malam pada selembar kain di depannya.

"Seru. Awalnya agak gugup pas menuliskan cantang. Takut salah," ungkap Reyna yang masuk dalam kelompok 10 kegiatan tersebut.

Vicky mengaku baru pertama kali membatik. Tapi tidak bagi Novia Kholida Rahma. Ia mengaku pernah belajar membatik semasa masih duduk di bangku SMP.

"Ikut kegiatan ekstrakurikuler di SMP. Tapi masih belum lancar," ujar Novia.

Panitia Pelaksana Batik Akbar SMAN three Semarang, Haidar Ulin Naja, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari masa pengenalan sekolah. Ia mengaku kegiatan itu baru kali pertama digelar di sekolahnya.

"Ini inovasi pertama sekolah. Sebelum-sebelumnya belum pernah. Prinsipnya, sekolah ingin belajar itu tidak harus tertekan, tapi bisa bersenang-senang," ujar Haidar yang masih duduk di bangku kelas XI SMAN three Semarang itu.

Lain sekolah, lain pula cara panitia mengenalkan lingkungannya terhadap siswa baru. Di SMP Negeri 2 Semarang, kegiatan pengenalan sekolah dilakukan oleh anggota Kepolisian Sektor Semarang Timur.

Sebanyak lima anggota Polsek Semarang Timur menyelipkan penyuluhan tentang bahaya narkotika dan obat-obat terlarang terhadap siswa-siswa baru SMP 2 Semarang. 

"Upaya tersebut dilakukan demi mencegah kenakalan remaja sejak dini. Kami juga mengkampanyekan pencegahan bullying di sekolah," terang Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widiyas.

(RRN)

Comments