Mandiri Syariah Bidik Pembiayaan Tumbuh 12% di 2018

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 6 Views comments

Garut: PT Financial institution Syariah Mandiri (BSM) membidik pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebanyak 12 persen di sepanjang 2018 atau menjadi Rp68 triliun. Aksi korporasi dalam bentuk penambahan modal dari induk usaha dan sudah disetujui termasuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan mencapai goal penyaluran pembiayaan tersebut.

Komisaris Utama Financial institution Syariah Mandiri Mulya E Siregar mengatakan salah satu yang bisa dilakukan dari penambahan modal yang diberikan ke Mandiri Syariah adalah energi baru untuk menggenjot penyaluran pembiayaan di tahun depan. Apalagi, penambahan modal tersebut akan meningkatkan CAR hingga ke degree 16 persen.

"Di 2018, umpamanya kalau CAR kita 12 persen kita bisa melakukan pembiayaan sekitar 8,5 kali dari modal itu. Jadi, kalau penambahan modal menjadi CAR kita 16 persen maka tentu akan ada tambahan terhadap penyaluran pembiayaan di 2018," kata Mulya, di Garut, Jawa Barat, Jumat, eight Desember 2017.

Sedangkan proyeksi pertumbuhan penyaluran pembiayaan di tahun depan diperkirakan bisa mencapai 12 persen atau menjadi Rp68 triliun dibandingkan dengan goal penyaluran pembiayaan di sepanjang 2017. Sementara untuk pendanaan diperkirakan mencapai Rp9,2 triliun di tahun depan.

"Kalau untuk Non Perfoming Financing (NPF) kita berupaya untuk menurunkan di bawah degree empat persen pada tahun depan. Kita akan melakukan upaya agar penyaluran pembiayaan juga bisa menurunkan NPF tersebut," ungkap Mulya.

Sampai dengan kuartal III-2017, Mandiri Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp58,72 triliun atau tumbuh 10,28 persen dibandingkan dengan Rp53,24 triliun pada September 2016. Pertumbuhan pembiayaan tersebut diimbangi dengan perbaikan kualitas pembiayaan yang tercermin dari penurunan NPF nett turun dari three,63 persen menjadi three,12 persen.

Sementara itu, Mandiri Syariah sudah mendapat persetujuan dari induk usaha dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penyuntikan modal di penghujung 2017 ini. Adapun aksi korporasi itu membuat struktur permodalan Mandiri Syariah akan meningkat yang nantinya bisa dipergunakan guna memacu laju bisnis di masa-masa mendatang.

Adapun dengan penambahan tersebut membuat struktur permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) menjadi Rp7 triliun. "Kita akan ditambah Rp500 miliar lagi di akhir tahun. Nanti menjadi Rp7 triliun. CAR kami setelah disuntik oleh induk nantinya akan menjadi 16,50 persen," pungkas Mulya.

(ABD)

Comments