KPK Tahan Dirut Jasa Marga Cabang Purbaleunyi

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 13 Views comments

Metrotvnews.com, Jakarta: Basic Supervisor PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setia Budi, ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setia Budi ditahan setelah rampung menjalani pemeriksaan pada Jumat, 13 Oktober 2017.

Setia Budi rampung menjalani pemeriksaan sekitar pukul 22.00 WIB. Setia Budi tak banyak bicara saat dihujani pertanyaan oleh para pewarta. Mengenakan rompi khas tahanan KPK, Setia Budi langsung masuk ke dalam mobil tahanan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah memastikan, Setia Budi bakal ditahan di rumah tahanan baru KPK. "Tersangka STB ditahan untuk 20 hari pertama penyidikan," ujar Febri saat dikonfirmasi, Jumat 13 Oktober 2017 malam.

Setya Budi dan Auditor Madya pada Sub Auditorat VII.B.2 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Sigit Yugoharto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap PT JasaMarga Tbk, yang dilakukan tahun ini atas penggunaan anggaran tahun 2015 dan 2016. Sigit merupakan ketua tim pemeriksaan terhadap PT Jasa Marta Tbk Cabang Purbaleunyi.

Dari hasil awal PDTT tersebut, BPK menemukan dugaan kelebihan pembayaran dalam pekerjaan pemeliharaan periodik, rekonstruksi jalan, dan pengecetan marka jalan yang dilakukan PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi.&

Setia Budi diduga memberikan satu unit motor Harley-Davidson seharga Rp115 juta kepada Sigit. Diduga pemberian Moge itu untuk memengaruhi hasil pemeriksaan dari tim BPK.

Akibat perbuatannya, Sigit sebagai penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara, Setia Budi selaku pemberi suap disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Comments